kabar

ISIS rekrut buruh migran Indonesia

"Ada indikasi ke arah puritarianisme kelompok-kelompok pengajian terutama di Hong Kong dan Korea,"

02 Maret 2016 11:58

Selain merekrut warga Indonesia di tanah air, milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) juga merekrut buruh migran Indonesia di luar negeri.

"ISIS sudah melakukan perekrutan terhadap sejumlah tenaga kerja Indonesia di Hong Kong," kata Sydney Jones, peneliti terorisme di Asia Tenggara sekaligus Direktur IPAC (Institute for Policy and Analysis of Conflict), saat dihubungi Albalad.co melalui telepon hari ini. "Di Korea sudah ada beberapa tenaga kerja Indonesia dipulangkan karena dikhawatirkan direkrut, di Malaysia juga."

Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini berpusat di Irak dan Suriah. Bahkan sejak Juni 2014, sudah mengumumkan berdirinya kekhalifahan Islam.

Menurut laporan IPAC bertanggal 30 Oktober 2015, ISIS menggunakan media sosial, termasuk Facebook, WhatsApp, Twitter, dan Telegram untuk menyebarluaskan ideologi, mencari sokongan, dan merekrut jihadis dari Indonesia. Bahkan perkawinan dilakukan jarak jauh lewat Internet.

Seperti dilakoni buruh migran bernama Najma, 25 tahun. Dia menikah dengan lelaki asal Indonesia dengan nama sapaan Abu Arianto melalui telepon, setelah keduanya berkenalan di Facebook dan seideologi menyokong ISIS.

Abu Arianto lantas mampir ke Hong Kong menemui istrinya sebelum melanjutkan perjalanan ke Suriah. Najma kemudian meminjam uang dari teman-temannya untuk menyusul suaminya itu di Suriah. Dia berjanji mengembalikan pinjaman setelah tiba di negara Syam itu.

Najma lantas meninggalkan Hong Kong menuju Suriah pada 27 Februari 2015, saat hamil tujuh bulan. Baru beberapa hari tiba di negara Syam itu, Abu Arianto terbunuh.

Ummu Ghalia, buruh migran di Hong Kong asal Ponorogo, Jawa Timur, juga kepincut ingin bergabung dengan ISIS. Terinspirasi Najma, perempuan 48 tahun pernah bekerja di Timur Tengah ini juga menikah melalui telepon dengan pria Jawa bernama Budi Santoso, sama-sama ingin ke Suriah buat berjihad.

Budi lalu menemui istri keduanya itu di Hong Kong dan kembali ke Indonesia. Dia lantas menceraikan Ummu Ghalia secara daring. Ummu Ghalia akhirnya menikah lagi dengan pengelola grup pro-ISIS di Telegram, namun hingga Oktober 2015 mereka tidak berhasil pergi ke Suriah.

Dihubungi terpisah juga lewat WhatsApp, Wahyu Susilo, Analis Kebijakan Migrant Care, lembaga nirlaba memantau masalah buruh migran Indonesia, mengaku tidak memiliki data soal perekrutan para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Hanya saja dia bilang memang ada indikasi ke arah sana. "Data kuantitatif kami nggak ada, tapi ada indikasi ke arah puritarianisme kelompok-kelompok pengajian terutama di Hong Kong dan Korea," ujarnya.

Puritarianisme adalah aliran Wahabi mengklaim sebagai pemurni ajaran Islam sesuai diajarkan Nabi Muhammad.

Dia meminta pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) rajin menyambangi komunitas-komunitas buruh migran Indonesia untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan toleransi. Dia menambahkan tenaga kerja Indonesia di negara lain memang rentan menjadi korban tipu daya: mulai sindikat perdagangan orang, narkotik, hingga teroris jaringan ISIS.

Presiden Libanon Misyal Aun menerima pengunduran diri Menteri Luar Negeri Syarbal Wahbah di kantornya di Ibu Kota Beirut, 19 Mei 2021. (@LBpresidency)

Menteri luar negeri Libanon terpaksa mundur setelah sebut Arab Saudi sokong ISIS

Negara ini memang membutuhkan bantuan keuangan dari negara-negara Arab Teluk supertajir seperti Saudi dan UEA untuk keluar dari kesulitan ekonomi.

Wakil pemimpin ISIS Sami Jasim Muhammad al-Jaburi alias Haji Hamid. (Center for Global Policy)

Irak tewaskan wakil pemimpin ISIS

Haji Hamid juga bertugas mengelola keuangan ISIS.

Amerika menghargai pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi seharga US$ 10 juta (US State Department)

Pemimpin ISIS sekarang eks informan Amerika

Pada satu sesi pemeriksaan, dia memberitahu nomor telepon 19 pentolan ISI dan berapa jumlah uang mereka hasilkan buat milisi itu.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap pada 30 Maret 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap di Masjid Al-Haram

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui identitas dan asal negara pendukung ISIS ditangkap di Masjid Al-Haram itu.





comments powered by Disqus