kabar

Payung terbesar di dunia dipasang di halaman Masjid Al-Haram

Lebih dari 300 kanopi bakal dipasang di sekeliling halaman Masjid Al-Haram untuk melindungi jamaah dari terik matahari di musim panas.

16 Maret 2016 07:01

Pemasangan payung terbesar di dunia sudah mulai dikerjakan Kamis pekan lalu di halaman utara Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Ini menjadi payung pertama dari delapan payung raksasa berteknologi mutakhir dan 54 payung kecil juga akan dipasang di teras utara masjid paling disucikan umat Islam sejagat itu.

Dibikin di Jerman, tiap payung dilengkapi sebuah jam raksasa, layar-layar pemandu bagi jamaah, penyejuk udara, dan kamera pengintai. Tiap payung memiliki ketinggian 45 meter dengan berat 16 ton. Satu kanopi bisa memayungi areal seluas 2.400 meter persegi.

Sekitar 25 insinyur, teknisi spesialis, dan ahli keamanan dari Jerman akan mengawasi proses pemasangan dan mekanisme pengoperasian payung elektronik itu. Bila delapan payung raksasa dan 54 payung kecil sudah terpasang, mereka mampu menaungi areal seluas 19.200 meter persegi.

Halaman utara Masjid Al-Haram dapat menampung sekitar 400 ribu jamaah salat.

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Ketua Presidium Dua Masjid Suci, menjelaskan lebih dari 300 kanopi bakal dipasang di sekeliling halaman Masjid Al-Haram untuk melindungi jamaah dari terik matahari di musim panas.

Hampir 250 payung serupa sudah terpasang di seluruh halaman Masjid Nabawi di Kota Madinah. Payung-payung ini terbuka secara otomatis saban pagi dan menutup tiap malam. Proses buka tutup ini berlangsung kurang dari tiga menit.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap pada 30 Maret 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap di Masjid Al-Haram

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui identitas dan asal negara pendukung ISIS ditangkap di Masjid Al-Haram itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

161 orang tiba di Israel dari Arab Saudi

Rinciannya adalah 502 orang memasuki Israel dari Suriah, 161 orang dari Arab Saudi, 147 orang dari Libanon, 96 orang dari Irak, tujuh orang dari Yaman, dan empat orang dari Libya.

18 September 2021

TERSOHOR