kabar

ISIS klaim bertanggung jawab atas Teror Brussels

ISIS mengklaim serangan teror itu mengakibatkan 230 orang tewas dan luka.

22 Maret 2016 22:47

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) hari ini mengaku bertanggung jawab atas dua serangan teror di Ibu Kota Brussels, Belgia.

"Jihadis ISIS telah melancarkan serangkaian pengeboman menggunakan sabuk peledak dan bahan peledak Selasa (hari ini), menyasar satu bandar udara dan stasiun kereta bawah tanah di jantung Ibu Kota Brussels, Belgia, negara ikut dalam koalisi internasional memerangi ISIS," kata milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu lewat pernyataan dilansir Amaq Agency.

ISIS menjelaskan para jihadisnya melancarkan tembakan dalam Bandar Udara Internasional Zaventem sebelum meledakkan bom. Satu pengebom bunuh diri melaksanakan aksinya di stasiun Maalbeek. ISIS mengklaim serangan teror itu mengakibatkan 230 orang tewas dan luka.

Serangan teror di Brussels hari ini terjadi di dua tempat, yakni Bandar Udara Internasional Zaventem, sekitar 15 kilometer dari jantung kota, dan di stasiun kereta bawah tanah Maalbeek. Total korban tewas dalam kejadian ini paling tidak 31 orang dan lebih dari 180 lainnya luka.

Teror Brussels terjadi empat hari setelah penangkapan Salah Abdussalam, satu-satunya pelaku Teror Paris – menewaskan 130 orang Noevmber tahun lalu – masih hidup. Polisi membekuk Salah Jumat pekan lalu di lokasi persembunyiannya di kawasan Molenbeek, Brussels. ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas Teror Paris.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.





comments powered by Disqus