kabar

Empat pelaku Teror Brussels

Polisi masih memburu Najim Lakrawi, pembuat bom sekaligus dalang Teror Paris dan Teror Brussels.

23 Maret 2016 22:36

Sehari setelah dua serangan teror di Bandar Udara Internasional Zaventem dan stasiun kereta bawah tanah Maalbeek di Ibu Kota Brussels, Belgia, pihak berwenang berhasil mengenali tiga dari empat pelaku.

Jaksa Agung Belgia Frederic van Leeuw bilang tiga pelaku itu adalah Ibrahim al-Bakrawi, Khalid al-Bakrawi, dan Najim Lakrawi. Dia menjelaskan Bakrawi bersaudara sudah memiliki catatan panjang tindak kejahatan, namun keterlibatan keduanya dalam terorisme baru muncul saat Teror Paris November tahun lalu, menewaskan 130 orang.

Teror kemarin menewaskan 34 orang, termasuk tiga pelaku, dan melukai 230 lainnya. ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim bertangggung jawab atas serangan berlangsung empat hari setelah Salah Abdussalam, satu-satunya pelaku Teror Paris masih hidup, ditangkap di Molenbeek, Brussels.

Berikut penjelasan singkat mengenai para pelaku Teror Brussels.

1 Ibrahim al-Bakrawi, 29 tahun

Meledakkan diri di Bandar Udara Zaventem, membunuh dirinya dan sebelas orang lainnya. Insiden ini juga melukai lebih dari 90 lainnya.

Ibrahim bersembunyi di sebuah flat di Charleroi, Belgia, tempat di mana dua pelaku Teror Paris, Abdul Hamid Abu Aud dan Bilal Hadfi, bertemu sebelum berangkat ke ibu kota Prancis itu.

2 Khalid al-Bakrawi, 27 tahun

Khalid, adik dari Ibrahim al-Bakrawi, meledakkan diri di stasiun kereta Maalbeek. Kejadian ini menewaskan 14 orang, termasuk pelaku, dan mencederai lebih dari 130 lainnya.

Khalid tadinya menyewa sebuah flat di kawasan Forest, barat daya Brussels, diserbu polisi Selasa pekan lalu. Hasil penggrebekan ini memandu polisi ke lokasi persembunyian Salah Abdussalam, akhirnya ditangkap tiga hari kemudian.

3 Belum dikenali

Satu pengebom bunuh diri di Bandar Udara Zaventem belum dikenali identitasnya. Bom bunuh diri dilakukan Ibrahim dan pelaku belum dikenal pada pukul 7.58 pagi hanya berselang hitungan detik.

Bom bunuh diri oleh pelaku masih misterius ini membunuh delapan orang, termasuk dirinya.

4 Najim Lakrawi, 24 tahun

Polisi masih memburu Najim, terekam dalam kamera pengintai CCTV bersama Ibrahim Bakrawi dan satu pelaku belum dikenal tengah mendorong troli dalam Bandar Udara Zaventem. Dia berjubah dan bertopi putih.

Najim, pernah berjihad bareng ISIS di Suriah pada 2013, diyakini menjadi komandan ISIS di Belgia. Dia dipercaya sebagai dalang Teror Paris dan Teror Brussels. Dia juga pembuat bom untuk serangan teror di dua kota itu.

Najim selama empat bulan bersembunyi bareng Salah Abdussalam, berhasil dibekuk polisi antiteror Belgia Jumat pekan lalu.

Najim besar di Schaerbeek, Brussels, dan mendirikan bengkel pembuatan bom di sana beberapa pekan sebelum serangan teror ke Paris dilaksanakan.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Ulama Arab Saudi, Syekh Umar al-Muqbil. (Twitter)

Arab Saudi tangkap ulama karena kritik soal konser musik

Syekh Umar al-Muqbil menilai konser musik internasional dapat menghapus budaya asli masyarakat Saudi.





comments powered by Disqus