kabar

ISIS bagikan permen rayakan Teror Brussels

"Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

23 Maret 2016 23:26

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Provinsi Dair az-Zur, timur Suriah, merayakan serangan teror di Ibu Kota Brussels, Belgia, dengan membagi-bagikan permen kepada kaum lelaki dan anak-anak.

Teror Brussels terjadi kemarin menewaskan 34 orang dan mencederai lebih dari 230 lainnya. Serangan bom bunuh diri itu terjadi di dua lokasi, yakni Bandar Udara Internasional Zaventem dan stasiun kereta bawah tanah Maalbeek.

Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu telah mengklaim bertanggung jawab atas Teror Brussels.

Foto acara bagi-bagi permen sebagai bentuk kegembiraan terhadap keberhasilan Teror Brussels disebarluaskan ISIS. "Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

Teror Brussels ini berlangsung empat bulan setelah Teror Paris, terjadi November tahun lalu dan menewaskan 130 orang. ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas insiden ini.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Ulama Arab Saudi, Syekh Umar al-Muqbil. (Twitter)

Arab Saudi tangkap ulama karena kritik soal konser musik

Syekh Umar al-Muqbil menilai konser musik internasional dapat menghapus budaya asli masyarakat Saudi.





comments powered by Disqus