kabar

Alasan ISIS belum menyerang Israel

ISIS bilang jihad paling utama adalah menyelamatkan Makkah dan Madinah dari cengkeraman Bani Saud.

26 Maret 2016 09:47

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menjelaskan alasan mereka sampai sekarang tidak menyerang Israel, lewat artikel berjudul Bait al-Maqdis (Yerusalem) dalam surat kabar mingguan An-Naba Selasa pekan lalu, seperti dilansir MEMRI.

Masalah syariat Islam menjadi alasan utama. ISIS bilang semua negara muslim saat ini tidak melaksanakan hukum Islam. "Sehingga berjihad di Palestina sama dengan berjihad di mana saja."

Milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu mengkritik keras pihak-pihak membesarkan isu Palestina sebagai persoalan utama kaum muslim. ISIS menuding para pemimpin, seperti mendiang Jamal Abdul Nasir dari Mesir dan Presiden Irak Saddam Husain, telah menjual masalah Palestina demi popularitas.

Karena itu, ISIS menganggap jihad di Palestina buat mengusir penjajah Israel bukan hal penting. Kelompok radikal ini menegaskan jihad paling utama adalah menumbangkan para diktator di negara-negara Arab.

"Di antara para tirani mesti ditumbangkan paling awal adalah Kerajaan Arab Saudi," kata ISIS. "Dua kota suci Makkah dan Madinah mesti diselamatkan dari cengkeraman keluarga Kerajaan Saudi."

Dalam artikel itu, ISIS menilai para tirani memerintah negara Islam jauh lebih kafir dibanding Yahudi. Sebab itu, memerangi mereka lebih utama ketimbang berjihad menghadapi kafir asli.

ISIS menyerukan anggota dan simpatisannya untuk berjihad memerangi kaum kafir paling dekat dengan mereka. Artinya, memerangi Yahudi kewajiban kaum muslim di Palestina, muslim Suriah mesti menumbangkan rezim Basyar al-Assad, dan muslim Mesir harus melengserkan Presiden Abdil Fattah as-Sisi.

ISIS mengatakan setelah semua rezim Arab dan muslim membela Israel dilengserkan, baru perang terhadap Israel dilancarkan.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Pengadilan Sudan jatuhkan vonis dua tahun bagi mantan Presiden Umar al-Basyir karena korupsi

Basyir sebelumnya mengaku menerima uang US$ 25 juta dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan sudah dia bagikan untuk kegiatan amal.

Burung puyuh Houbara. (birdguide.club)

Polisi Pakistan tangkap sejumlah pangeran Qatar karena berburu burung langka tanpa izin

Pada 2014, Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Saudi membunuh lebih dari dua ribu burung houbara selama 21 hari perburuan.

Majalah Dabiq terbitan ISIS dijual di situs Amazon. (BBC)

Turki telah deportasi 21 kombatan ISIS ke negara asal

Sebanyak 13 dari 21 jihadis sudah dideportasi itu adalah warga negara Jerman, Belgi, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Kombatan ISIS terjebak di daerah tak bertuan setelah dideportasi dari Turki

Amerika menolak menerima lelaki itu, Turki juga tidak mau menampung kembali.





comments powered by Disqus