kabar

Hakim Saudi suruh perempuan bercerai sebab suaminya dari keluarga miskin

Sejumlah pengadilan di negara Kabah tahun lalu mengeluarkan 17 perintah cerai dengan alasan latar belakang keluarga tidak setara.

09 April 2016 17:15

Seorang hakim di pengadilan Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, memerintahkan seorang perempuan bercerai dari suaminya karena teman seranjangnya itu berasal dari keluarga miskin.

Lewat rekaman video diunggah di media sosial, Maha at-Tamimi, tengah hamil delapan bulan, memohon bantuan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz untuk turun tangan menyelesaikan kasusnya. Dia bilang gugatan cerai itu diajukan oleh paman-pamannya karena mereka menolak latar belakang suaminya.

"Paman-paman saya mengatakan di pengadilan, saya menikah tanpa restu ayah saya...namun alasan mereka sebenarnya adalah mereka percaya suami saya dan saya bukan dari keluarga setara," kata Maha, seperti dilansir Emirates 24/7 News. "Saya memohon kepada Raja Salman untuk menyelamatkan saya dan bayi saya."

Kerabat Maha menjelaskan Maha tidak mendapat izin dari keluarganya saat mau menikah. Tapi Maha mengklaim abangnya memberi restu karena waktu itu ayahnya tinggal dengan istri keduanya.

Suami Maha, tentara bernama Ali al-Qarni, menceritakan kepada surat kabar Okaz, dia sudah berbulan-bulan diancam dan diintimidasi agar menceraikan istrinya. Tapi Ali menolak dan bersumpah bakal mempertahankan rumah tangganya.

Maha juga sama. Dia berkomitmen tidak akan pernah kembali ke rumah orang tuanya meski dia dipaksa keluar dari kediaman suaminya.

Okaz melaporkan sejumlah pengadilan di negara Kabah tahun lalu mengeluarkan 17 perintah cerai dengan alasan latar belakang keluarga tidak setara.  

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia minta Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Saudi juga belum membolehkan warga Indonesia berumrah.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR