kabar

Selain uang tebusan, Abu Sayyaf tuntut pembebasan Abu Bakar Baasyir

Arrmanatha Nasir membantah ada dua tuntutan selain uang tebusan sebagai syarat pembebasan sepuluh warga Indonesia.

15 April 2016 02:11

Selain uang tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar, kelompok Abu Sayyaf menuntut pembebasan Abu Bakar Baasyir dari penjara dan penghentian operasi Tinombala sebagai syarat pelepasan sepuluh warga Indonesia tengah mereka sandera di Filipina Selatan.

Kesepuluh sandera itu merupakan awak kapal Anand 12, dibajak Abu Sayyaf pada 26 Maret lalu.  

Hal itu diungkapkan Aboe Bakar al-Habsyi, anggota Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, dalam rapat dengar pendapat dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Rabu lalu. Dia mengaku khawatir pemerintah tidak jujur dalam menjelaskan kasus penyanderaan sepuluh warga Indonesia itu.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengisyaratkan penyekapan sepuluh warga Indonesai itu atas perintah pimpinan pusat milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Mereka minta agar Tinombala dihentikan. Abu Bakar Baasyir dikeluarkan. Bocoran saya dengar, ISIS internasional mengancam," katanya.

Operasi gabungan tentara dan polisi bersandi Tinombala merupakan operasi militer untuk memburu pemimpin MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Santoso tengah bersembunyi di hutan pedalaman Poso, Sulawesi Tengah. Kelompok ini sudah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sejak Juli 2014.

Baasyir, bekas pemimpin JAT (Jaringan Ansarut Tauhid), juga sudah berbaiat kepada Baghdadi pada Agustus 2014. Dia kini menghuni penjara superketat di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pada Juni 2011, dia divonis 15 tahun penjara atas dakwaan mendukung kamp pelatihan jihadis.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir membantah soal pembebasan Baasyir dan penghentian Operasi Tinombala sebagai dua syarat tambahan pembebasan sandera. "Tidak ada permintaan ini. Di kawasan itu (Filipina Selatan) sering terjadi penculikan biasanya bermotif finansial," ujarnya kepada Albalad.co melalui WhatsApp kemarin.

Dalam jumpa pers di kantornya Senin pekan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan sepuluh warga Indonesia masih disekap Abu Sayyaf dalam keadaan selamat. Keterangan pers itu diberikan setelah terjadi baku tembak antara pasukan Filipina dan Abu Sayyaf Sabtu minggu lalu. Insiden ini menewaskan 18 tentara dan melukai 50 lainnya, sedangkan di pihak Abu Sayyaf lima orang terbunuh.  

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Irak tangkap mufti ISIS berbadan gembrot

Syifa adalah orang mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan hukuman mati dan menghancurkan tempat-tempat bersejarah di Mosul, termasuk kubur Nabi Yunus. 

Polisi Irak pada 3 Desember 2019 menangkap lelaki dikenal dengan nama Abu Khaldun, merupakan wakil dari pemimpin ISIS Abu Baar al-Baghdadi di Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Supplied via Iraqi Security Media Cell)

Polisi Irak bekuk wakil Baghdadi di Kirkuk

Abu Khaldun pernah menjabat komandan militer ISIS di Provinsi Salahuddin.

Majalah Dabiq terbitan ISIS dijual di situs Amazon. (BBC)

Turki telah deportasi 21 kombatan ISIS ke negara asal

Sebanyak 13 dari 21 jihadis sudah dideportasi itu adalah warga negara Jerman, Belgi, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.





comments powered by Disqus