kabar

Selain uang tebusan, Abu Sayyaf tuntut pembebasan Abu Bakar Baasyir

Arrmanatha Nasir membantah ada dua tuntutan selain uang tebusan sebagai syarat pembebasan sepuluh warga Indonesia.

14 April 2016 19:11

Selain uang tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar, kelompok Abu Sayyaf menuntut pembebasan Abu Bakar Baasyir dari penjara dan penghentian operasi Tinombala sebagai syarat pelepasan sepuluh warga Indonesia tengah mereka sandera di Filipina Selatan.

Kesepuluh sandera itu merupakan awak kapal Anand 12, dibajak Abu Sayyaf pada 26 Maret lalu.  

Hal itu diungkapkan Aboe Bakar al-Habsyi, anggota Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, dalam rapat dengar pendapat dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Rabu lalu. Dia mengaku khawatir pemerintah tidak jujur dalam menjelaskan kasus penyanderaan sepuluh warga Indonesia itu.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengisyaratkan penyekapan sepuluh warga Indonesai itu atas perintah pimpinan pusat milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Mereka minta agar Tinombala dihentikan. Abu Bakar Baasyir dikeluarkan. Bocoran saya dengar, ISIS internasional mengancam," katanya.

Operasi gabungan tentara dan polisi bersandi Tinombala merupakan operasi militer untuk memburu pemimpin MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Santoso tengah bersembunyi di hutan pedalaman Poso, Sulawesi Tengah. Kelompok ini sudah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sejak Juli 2014.

Baasyir, bekas pemimpin JAT (Jaringan Ansarut Tauhid), juga sudah berbaiat kepada Baghdadi pada Agustus 2014. Dia kini menghuni penjara superketat di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pada Juni 2011, dia divonis 15 tahun penjara atas dakwaan mendukung kamp pelatihan jihadis.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir membantah soal pembebasan Baasyir dan penghentian Operasi Tinombala sebagai dua syarat tambahan pembebasan sandera. "Tidak ada permintaan ini. Di kawasan itu (Filipina Selatan) sering terjadi penculikan biasanya bermotif finansial," ujarnya kepada Albalad.co melalui WhatsApp kemarin.

Dalam jumpa pers di kantornya Senin pekan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan sepuluh warga Indonesia masih disekap Abu Sayyaf dalam keadaan selamat. Keterangan pers itu diberikan setelah terjadi baku tembak antara pasukan Filipina dan Abu Sayyaf Sabtu minggu lalu. Insiden ini menewaskan 18 tentara dan melukai 50 lainnya, sedangkan di pihak Abu Sayyaf lima orang terbunuh.  

Irak telah menangkap Menteri Keuangan ISIS Sami Jasim al-Jaburi alias Haji Hamid. (Telegram)

Irak tangkap menteri keuangan ISIS

Haji Hamid dibekuk di luar wilayah Irak.

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 

Kepulan asap terlihat setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Pesawat nirawak Amerika ledakkan kendaraan berbahan peledak tengah menuju bandar udara Kabul

Dalam insiden terpisah, sebuah roket menghantam satu rumah di Kabul. Kantor berita Asvaka menulis kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. 





comments powered by Disqus