kabar

Tujuh ribu polisi moral berpakaian bebas diterjunkan di Teheran

Kewajiban berjilbab di tempat umum berlaku di Iran sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979.

20 April 2016 04:40

Kepolisian di Ibu Kota Teheran, Iran, menerjunkan tujuh ribu polisi moral menyamar dengan berpakaian bebas untuk memantau warga tidak berpakaian islami atau menutup aurat.

Saban musim semi, ketika suhu udara hangat dan banyak orang ingin keluar rumah, pemerintah Iran biasanya memperketat penegakan norma-normal sosial, termasuk menambah jumlah polisi moral.

Mereka menyasar banyak hal dari perempuan berkerudung asal-asalan, berjaket ketat, memakai blus pendek, sampai kaum lelaki berkalung dan bergaya rambut glamor. Orang berjalan-jalan bareng anjingnya juga bisa ditindak.

Namun tidak jelas apakah penerjunan tujuh ribu polisi moral di Teheran itu terkait dengan peluncuran Gershad baru-baru ini. Aplikasi berbasis Android itu memungkinkan pengguna saling berbagi informasi soal di mana saja para polisi moral itu bertugas.

Kepala Kepolisian Teheran Husain Sajidinia menjelaskan kepada wartawan, polisi-polisi syariah ini ditempatkan di taman-taman umum, jalan, dan pusat-pusat belanja.

Kantor-kantor berita setempat melaporkan polisi moral ini tidak akan menindak langsung pelanggar, namun mereka bakal mengirim nomor pelat mobil tersangka ke atasan mereka. Kemudian polisi secara resmi mengirim surat pemanggilan kepada pelanggar. Mereka yang melanggar bakal dilarang menjual mobil jika belum menghadap ke polisi setelah menerima surat pemanggilan.

Penugasan tujuh ribu polisi moral di Teheran itu mendapat kritikan di media sosial. "Saya berharap kami tinggal di sebuah negara di mana polisi menyamar bukan menyasar soal moralitas tapi menargetkan para pejabat korup," tulis seorang pengguna Twitter.

Kewajiban berjilbab  di tempat umum berlaku di Iran sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979. Meski terancam sanksi, jutaan perempuan Iran berusaha melawan aturan itu saban hari.

Kaum hawa di negara Mullah itu biasa memakai chador, menutupi mulai dari kepala hingga ke ujung kaki, di awal-awal setelah Revolusi islam. Namun belakangan mereka bergaya dengan manteau, berupa jaket dengan panjang di bawah lutut dipadu kerudung.   

Diplomat dan pejabat asing juga mesti menngikuti norma itu selama berada atau tinggal di Iran.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog asal Israel merayakan hari kedua Hanukkah di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 29 November 2021. (Rabbi Yaakov Yisrael Herzog)

Rabbi asal Israel rayakan Hanukkah di Arab Saudi

Rabbi Yaakov mengklaim dirinya adalah kepala rabbi di Arab Saudi.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi izinkan warga Indonesia berumrah mulai besok

Jamaah disuntik vaksin Sinovac dan Sinopharm harus menjalani karantina selama tiga di Makkah. Mereka boleh umrah minimal berumur 18 tahun dan tidak ada batasan usia maksimal.  

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, 24 November 2021. (haramainsharifain.com)

Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia mulai 1 Desember

Larangan berkunjung ke Saudi masih berlaku bagi warga asal Afghanistan, Ethiopia, Turki, dan Libanon.

Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Bin Salman tahan dua pangeran sejak 2018

Bin Salman sejak Maret tahun lalu juga menahan 20 pangeran senior, termasuk mantan Putera Mahota Pangeran Muhammad bin Nayif dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz.





comments powered by Disqus