kabar

Pemerintah tak berdaya soal telatnya santunan bagi keluarga korban musibah derek di Makkah

Saleh P. Daulay menilai pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi arogansi Arab Saudi.

22 April 2016 11:04

Pemerintah Indonesia tidak berdaya soal molornya pemberian santunan bagi keluarga korban dalam musibah jatuhnya derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi.

Ketidakberdayaan itu terungkap dalam rapat antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Duta Besar Indonesia buat Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dengan Komisi VIII Urusan Agama Dewan Perwakilan Rakyat berakhir semalam di gedung parlemen.  

Jatuhnya sebuah derek raksasa di kompleks Masjid Al-Haram di Kota Makkah pada 11 September 2015 mengakibatkan 111 jamaah haji tewas dan lebih dari 200 lainnya luka. Korban meninggal jamaah haji asal Indonesia dalam kejadian itu berjumlah 37 orang.

Beberapa hari setelah kejadian, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengumumkan akan memberi santunan satu juta riyal bagi keluarga korban wafat dan setengah juta riyal untuk keluarga korban cacat tetap. Namun hingga tujuh bulan setelah musibah itu, uang santunan dijanjikan belum diterima.  

Menurut Lukman Hakim, tertundanya pemberian santunan bagi keluarga korban lantaran masih ada satu dua negara belum menyerahkan daftar nama korban. "Arab Saudi memiliki kebijakan pemberian santunan akan dilakukan serentak kepada seluruh keluarga korban di semua negara," katanya. "Indonesia sejak beberapa bulan lalu sudah menyerahkan nama-nama korban tentu harus menunggu bersama yang lain."

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi VIII Saleh P. Daulay menilai pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi arogansi Arab Saudi. "Harus kita akui diplomasi Indonesia untuk memberi perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya Arab Saudi dan terutama lagi waktu melaksanakan ibadah haji, masih sangat lemah," ujarnya.

Saleh mencontohkan saat tim dari Komisi VIII meninjau pelaksanaan haji ketika musibah Mina terjadi, mereka kesulitan masuk ke rumah sakit untuk menjenguk warga Indonesia menjadi korban.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, baru bertugas bulan lalu, pun mengakui posisi Indonesia lemah di mata Arab Saudi. "Selama ini antara Indonesia dan Arab Saudi adalah diplomasi tidak berimbang sehingga dampaknya bisa kemana-mana," tuturnya. "Haji sudah kita persiapkan bagus di tanah air, tiba-tiba di sana pejabat kita di sana tidak mendapat tempat atau penghormatan layak sebagaimana delegasi-delegasi lain."

Dalam berdiplomasi dengan Arab Saudi, Agus Maftuh memperkenalkan istilah Poros Saunesia (Saudi-Indonesia) untuk menciptakan hubungan berimbang dan timbal balik. "Kalau kita kasih, kita harus dapat. Selama ini diplomasi jomplang."

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

Sebuah derek raksasa roboh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. I siden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah putuskan tidak ada uang darah bagi korban derek jatuh

Pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Saudi Binladin Group, bertanggung jawab atas pengoperasian derek raksasa, dari semua dakwaan.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah bebaskan 13 terdakwa dalam kasus derek jatuh

Sudah dua tahun lebih, keluarga korban belum menerima santunan dijanjikan Raja Salman.





comments powered by Disqus