kabar

BNPT akui ISIS berusaha rekrut buruh migran Indonesia

Dia menegaskan ISIS menyasar buruh migran Indonesia di beragam negara, seperti Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Makau.

01 Mei 2016 16:53

BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mengakui ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) memang menyasar para buruh migran Indonesia di luar negeri untuk direkrut.

Staf ahli BNPT Wawan Hari Purwanto bilang kerja sama tukar menukar informasi antar lembaga dalam upaya pencegahan sudah berlangsung lama. "Karena kita tidak ingin warga negara kita menjadi korban di negara lain," kata Wawan saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini.

ISIS berpusat di Irak dan Suriah dan sudah memperluas pengaruhnya, mulai Afrika hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sejak Juni 2014, sudah mengumumkan berdirinya kekhalifahan Islam.

Dia menjelaskan upaya perekrutan itu dilakukan lewat hubungan pertemanan dan kekerabatan. Selain itu, dia mengakui kelompok radikal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini secara masif mengkampanyekan ideologi mereka dan berusaha merekrut lewat media sosial.

Namun Wawan mengatakan pihaknya tidak memiliki data berapa buruh migran Indonesia telah berhasil direkrut ISIS. Dia menegaskan ISIS menyasar buruh migran Indonesia di beragam negara, seperti Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Makau.

"ISIS sudah melakukan perekrutan terhadap sejumlah tenaga kerja Indonesia di Hong Kong," kata Sydney Jones, peneliti terorisme di Asia Tenggara sekaligus Direktur IPAC (Institute for Policy and Analysis of Conflict), saat dihubungi Albalad.co melalui telepon awal bulan lalu. "Di Korea sudah ada beberapa tenaga kerja Indonesia dipulangkan karena dikhawatirkan direkrut, di Malaysia juga."

Menurut laporan IPAC bertanggal 30 Oktober 2015, ISIS menggunakan media sosial, termasuk Facebook, WhatsApp, Twitter, dan Telegram untuk menyebarluaskan ideologi, mencari sokongan, dan merekrut jihadis dari Indonesia. Bahkan perkawinan dilakukan jarak jauh lewat Internet.

Seperti dilakoni buruh migran bernama Najma, 25 tahun. Dia menikah dengan lelaki asal Indonesia dengan nama sapaan Abu Arianto melalui telepon, setelah keduanya berkenalan di Facebook dan seideologi menyokong ISIS.

Abu Arianto lantas mampir ke Hong Kong menemui istrinya sebelum melanjutkan perjalanan ke Suriah. Najma kemudian meminjam uang dari teman-temannya untuk menyusul suaminya itu di Suriah. Dia berjanji mengembalikan pinjaman setelah tiba di negara Syam itu.

Najma lantas meninggalkan Hong Kong menuju Suriah pada 27 Februari 2015, saat hamil tujuh bulan. Baru beberapa hari tiba di negara Syam itu, Abu Arianto terbunuh.

Ummu Ghalia, buruh migran di Hong Kong asal Ponorogo, Jawa Timur, juga kepincut ingin bergabung dengan ISIS. Terinspirasi Najma, perempuan 48 tahun pernah bekerja di Timur Tengah ini juga menikah melalui telepon dengan pria Jawa bernama Budi Santoso, sama-sama ingin ke Suriah buat berjihad.

Budi lalu menemui istri keduanya itu di Hong Kong dan kembali ke Indonesia. Dia lantas menceraikan Ummu Ghalia secara daring. Ummu Ghalia akhirnya menikah lagi dengan pengelola grup pro-ISIS di Telegram, namun hingga Oktober 2015 mereka tidak berhasil pergi ke Suriah.

Dihubungi terpisah juga lewat WhatsApp, Wahyu Susilo, Analis Kebijakan Migrant Care, lembaga nirlaba memantau masalah buruh migran Indonesia, mengaku tidak memiliki data soal perekrutan para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Hanya saja dia bilang memang ada indikasi ke arah sana. "Data kuantitatif kami nggak ada, tapi ada indikasi ke arah puritarianisme kelompok-kelompok pengajian terutama di Hong Kong dan Korea," ujarnya.

Puritarianisme adalah aliran Wahabi mengklaim sebagai pemurni ajaran Islam sesuai diajarkan Nabi Muhammad.

Dia meminta pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) rajin menyambangi komunitas-komunitas buruh migran Indonesia untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan toleransi. Dia menambahkan tenaga kerja Indonesia di negara lain memang rentan menjadi korban tipu daya: mulai sindikat perdagangan orang, narkotik, hingga teroris jaringan ISIS.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR