kabar

UEA berencana bikin gunung buat naikkan curah hujan

Departemen meteorologi NCMS tahun lalu menggelontorkan US$ 559 ribu untuk membentuk awan-awan hujan di seluruh penjuru UEA.

02 Mei 2016 12:40

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berencana membikin gunung buat meningkatkan curah hujan di negara itu.

UEA telah menghibahkan dana US$ 400 ribu Februari tahun lalu kepada para ahli dari the National Center for Atmospheric Research (NCAR) di University Corporation for Atmospheric Research (UCAR), Amerika Serikat, untuk membikin penelitian soal model gunung seperti apa bisa dibuat dan mampu meningkatkan curah hujan di negara Arab Teluk itu.

"Apa yang tengah kami teliti secara mendasar adalah mengevaluasi pengaruh-pengaruh jenis gunung terhadap cuaca. Seberapa tinggi gunung itu semestinya dan bagaimana seharusnya kemiringan lerengnya," kata Roelof Bruintjes, ilmuwan sekaligus kepala peneliti di NCAR, kepada Arabian Business. "Kami harus membuat laporan pada tahap itu musim panas tahun ini sebagai langkah awal."

UEA sebenarnya sudah memiliki sebuah unit dalam the National Center of Meteorology & Seismology (NCMS) untuk menciptakan bibit awan di seantero negara itu. Pembuatan awan merupakan sebuah proses modifikasi cuaca dirancang untuk menggenjot jumlah curah hujan dihasilkan oleh awan-awan itu.

Departemen meteorologi NCMS tahun lalu menggelontorkan US$ 559 ribu untuk membentuk awan-awan hujan di seluruh penjuru UEA.

"Membikin sebuah gunung itu bukan masalah sederhana," ujar Bruintjes. Dia menambahkan pihaknya tengah melakukan proses asimilasi beragam ketinggian, lebar, dan lokasi gunung dengan iklim di UEA.

Para ahli NCAR belum menentukan lokasi pembuatan gunung itu. Mereka masih menguji beragam lokasi untuk mencari tempat cocok untuk proyek gunung buatan.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia minta Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Saudi juga belum membolehkan warga Indonesia berumrah.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR