kabar

Tom & Jerry dituding sebabkan kekerasan dan radikalisme di Timur Tengah

"Keren, jadi Tom dan Jerry adalah teroris," ujar seorang pengguna Twitter.

05 Mei 2016 08:41

Seorang pejabat Mesir melempar tudingan menggelikan. Dia menyalahkan kartun Tom & Jerry, dua binatang bermusuhan, sebagai penyebab meluasnya kekerasan dan radikalisme di Timur Tengah.

Kepada mahasiswa di Universitas Kairo, Kepala Badan Informasi Negara Salah Abdissadiq bilang film kartun dan video gim Tom & Jerry merupakan salah satu penyebab penyebaran kekerasan dan radikalisme di dunia Arab.

Dia menjelaskan meski digambarkan dengan cara lucu, nilai-nilai kekerasan dalam kartun itu tergambar secara normal dalam pikiran anak-anak. "Seorang remaja bisa menghabiskan berjam-jam bermain video gim di mana dia membunuh dan membantai," kata Salah. "Bila dia menghadapi tekanan sosial akan memaksa dia melakukan kekerasan, dia bakal mudah menerima itu."

Penolakan Salah terhadap serial kartun Tom & Jerry ini bukan hal baru. Kucing bernama Tom memakai segala cara, termasuk menggunakan kapak, palu, senjata api, petasan, bahan peledak, atau racun untuk membunuh musuh bebuyutannya, tikus bernama Jerry.

Para pengguna media sosial di Mesir mengejek komentar Salah itu.

"Keren, jadi Tom dan Jerry adalah teroris," ujar seorang pengguna Twitter. "Keponakan perempuan saya menyukai film kartun itu dan jika kami menghentikan dia berarti kami mesti memanggil polisi."

Pernyataan Salah itu muncul saat Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi memperketat kebebasan berekspresi di negara Nil itu.

Polisi antihuru hara Mesir kemarin mengepung kantor aliansi wartawan setelah dua jurnalis ditangkap.

Putri dari emir Dubai, Syekha Latifah binti Muhammad bin Rasyid al-Maktum, berpose dengan temannya asal Inggris, Sioned Taylor, di Bandar Udara Barajas Aldolfo Suarez, di Ibu Kota Madrid, Spanyol. (Instagram/@shinnybryn)

Syekha Latifah: Saya sekarang bebas bepergian ke mana saja

Puteri emir Dubai ini mengaku sedang berlibur di tiga negara Eropa.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Empat dari 15 agen Saudi pembunuh Khashoggi jalani pelatihan paramiliter di Amerika

Mereka menjalani pelatihan pada 2017. Dua dari keempat agen Saudi itu pernah mengikuti pelatihan serupa di Tier 1 Group dari Oktober 2014 hingga Januari 2015.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu perintahkan stafnya hancurkan banyak dokumen di kantornya beberapa jam sebelum lengser

Sesuai aturan hukum berlaku, semua dokumen kerja itu tidak boleh dihancurkan satu pun dan akan disimpan dalam arsip negara.

Departemen Kehakiman Amerika Serukat pada 22 Juni 2021 merampas tiga lusin domain media pro-Iran. (Telegram)

Amerika rampas tiga lusin domain media pro-Iran

Pengambilailihan tiga lusin domain itu berlangsung empat hari setelah Iran menggelar pemilihan presiden dimenangkan oleh Ibrahim Raisi. 





comments powered by Disqus