kabar

Cek telepon seluler suami, perempuan ekspatriat Arab bakal dideportasi dari UEA

Dia juga dikenai denda 150 ribu dirham. Dia curiga suaminya berselingkuh.

19 Mei 2016 08:50

Pengadilan di Emirat Ajman, Uni Emirat Arab, Kamis pekan lalu memvonis seorang perempuan ekspatriat Arab dengan hukuman denda 150 ribu dirham (US$ 40.843) dan deportasi ke negara asalnya. Dia terbukti bersalah melanggar privasi setelah memeriksa telepon seluler suaminya tanpa izin, seperti dilansir surat kabar Gulf News.

Pengacara terdakwa bilang kliennya menuding suaminya berselingkuh. Perempuan itu mengakui kepada hakim, dia memeriksa isi telepon seluler suaminya dan memindahkan sejumlah foto perselingkuhan suaminya ke telepon selulernya.

Sang suami lalu menggugat dan pengadilan memutuskan istrinya bersalah melanggar undang-undang soal kejahatan di dunia maya.

Kedua pasangan ini sama-sama berusia 30-an tahun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Pejabat Israel klaim Indonesia kian dekat dengan Israel

"Itu kan cuma klaim sepihak," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Bandar Udara Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Trip Advisor)

Buat cegah virus corona, Israel larang pelancong dari Asia Timur datang ke negaranya

Menteri Kesehatan Israel Yaakov Litzman pekan lalu menyarankan warga Israel untuk tidak bepergian ke Thailand, Jepang, Hong Kong, Singapura. Makau, Korea Selatan, dan Taiwan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Polri blokir rekening milik dua tersangka penipu puteri Saudi

Puteri Luluah rugi Rp 512 miliar dari kejahatan dilakukan kedua tersangka dengan modus membeli lahan untuk dibangun resor di Bali.

Kantor Kementerian kehakiman Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Puteri Saudi desak Polri tangkap satu tersangka penipu dirinya

"Dia gusar dan menanyakan terus tiap hari," kata I Wayan Mudita, kuasa hukum Puteri Luluah.





comments powered by Disqus