kabar

Seratus anak Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS muncul lagi.

19 Mei 2016 19:50

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menyebarluaskan lagi rekaman video berisi pembakaran paspor oleh lebih dari 20 anak lelaki Indonesia telah bergabung dengan milisi radikal itu di Suriah. Anak-anak ini berseragam militer warna hijau.

Dalam rekaman video juga ditonton Albalad.co, mantan pemimpin KMM (Kumpulan Mujahidin Malaysia) Zanuri Kamaruddin menegaskan mereka bukan lagi warga negara Malaysia dan Indonesia. Dia bahkan mengancam ISIS siap menyerang kedua negara ini.

"Kepada penguasa-penguasa thagut berada di wilayah Nusantara, khususnya Malaysia dan Indonesia, ketahuilah kami sesungguhnya bukan lagi warga negara kamu dan kami melepas diri dari kamu," kata Zainuri, 49 tahun, berpidato dengan lantang seraya mengacungkan telunjuk kanannya.

Sedangkan 20-an anak berumur di bawah 14 tahun berdiri seraya mengangkat paspor Indonesia berwarna hijau. Beberapa lelaki dewasa berdiri di belakang mereka juga bersikap serupa, hanya sedikit berpaspor Malaysia warna merah. "Dengan izin Allah dan pertolongannya, kami akan datang kepada kamu dengan bala tentara kamu tidak akan mampu mengalahkan," ujarnya. "Ini adalah janji Allah kepada kamu."

Di akhir pidatonya, anak-anak itu melemparkan paspor mereka tengah. Setelah semua paspor dikumpulkan, seorang anak maju ke depan memimpin pembakaran. Seraya mengucapkan basmalah, bocah lelaki ini membakar paspor Indonesia miliknya dan dilemparkan ke kumpulan paspor lainnya.

Zainuri pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS pada April 2014, setelah menjalani hukuman sepuluh tahun penjara karena memiliki dua senjata api, 412 butir peluru, dan sejumlah bahan peledak. Pada 20 Agustus 2014, Zainuri luka di leher dan paha setelah pasukannya diserang pasukan pemerintah Suriah, sedangkan rekannya, Zainan Harith, 52 tahun, anggota KMM, terbunuh.

Ketika dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya semalam, Sydney Jones, pengamat terorisme di Asia Tenggara, bilang rekaman itu dibuat awal tahun lalu di Suriah. Namun dia mengaku tidak tahu di kota mana video ini dibikin.

Dia menambahkan lebih dari seratus anak Indonesia telah bergabung dengan milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu di Suriah karena diajak orang tua mereka, saat itu tergabung dalam kelompok Katibah Nusantara, yakni kumpulan jihadis ISIS dari kawasan Asia Tenggara.

Tapi, menurut Sydney, Katibah Nusantara sudah pecah dan tidak ada lagi. "Kalau ada yang bilang jumlah warga negara Indonesia di Suriah lebih dari 400 orang, sekitar 40 persen dari jumlah itu adalah perempuan dan anak berumur di bawah 14 tahun.    

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Ratusan jihadis ISIS asal Indonesia ditahan di Irak dan Suriah

Paling banyak ada 200 jihadis ISIS dari Indonesia ditahan oleh militer Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

24 November 2020

TERSOHOR