kabar

Seratus anak Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS muncul lagi.

20 Mei 2016 02:50

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menyebarluaskan lagi rekaman video berisi pembakaran paspor oleh lebih dari 20 anak lelaki Indonesia telah bergabung dengan milisi radikal itu di Suriah. Anak-anak ini berseragam militer warna hijau.

Dalam rekaman video juga ditonton Albalad.co, mantan pemimpin KMM (Kumpulan Mujahidin Malaysia) Zanuri Kamaruddin menegaskan mereka bukan lagi warga negara Malaysia dan Indonesia. Dia bahkan mengancam ISIS siap menyerang kedua negara ini.

"Kepada penguasa-penguasa thagut berada di wilayah Nusantara, khususnya Malaysia dan Indonesia, ketahuilah kami sesungguhnya bukan lagi warga negara kamu dan kami melepas diri dari kamu," kata Zainuri, 49 tahun, berpidato dengan lantang seraya mengacungkan telunjuk kanannya.

Sedangkan 20-an anak berumur di bawah 14 tahun berdiri seraya mengangkat paspor Indonesia berwarna hijau. Beberapa lelaki dewasa berdiri di belakang mereka juga bersikap serupa, hanya sedikit berpaspor Malaysia warna merah. "Dengan izin Allah dan pertolongannya, kami akan datang kepada kamu dengan bala tentara kamu tidak akan mampu mengalahkan," ujarnya. "Ini adalah janji Allah kepada kamu."

Di akhir pidatonya, anak-anak itu melemparkan paspor mereka tengah. Setelah semua paspor dikumpulkan, seorang anak maju ke depan memimpin pembakaran. Seraya mengucapkan basmalah, bocah lelaki ini membakar paspor Indonesia miliknya dan dilemparkan ke kumpulan paspor lainnya.

Zainuri pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS pada April 2014, setelah menjalani hukuman sepuluh tahun penjara karena memiliki dua senjata api, 412 butir peluru, dan sejumlah bahan peledak. Pada 20 Agustus 2014, Zainuri luka di leher dan paha setelah pasukannya diserang pasukan pemerintah Suriah, sedangkan rekannya, Zainan Harith, 52 tahun, anggota KMM, terbunuh.

Ketika dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya semalam, Sydney Jones, pengamat terorisme di Asia Tenggara, bilang rekaman itu dibuat awal tahun lalu di Suriah. Namun dia mengaku tidak tahu di kota mana video ini dibikin.

Dia menambahkan lebih dari seratus anak Indonesia telah bergabung dengan milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu di Suriah karena diajak orang tua mereka, saat itu tergabung dalam kelompok Katibah Nusantara, yakni kumpulan jihadis ISIS dari kawasan Asia Tenggara.

Tapi, menurut Sydney, Katibah Nusantara sudah pecah dan tidak ada lagi. "Kalau ada yang bilang jumlah warga negara Indonesia di Suriah lebih dari 400 orang, sekitar 40 persen dari jumlah itu adalah perempuan dan anak berumur di bawah 14 tahun.    

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.





comments powered by Disqus