kabar

Pangeran Al-Walid kagumi demokrasi Indonesia

Arab Saudi dinilai mulai membuka keran demokrasi di era Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dengan menunjuk sejumlah perempuan sebagai anggota Majelis Syura dan menggelar pemilihan langsung dewan kota.

22 Mei 2016 21:23

Saat bertemu Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Bogor, Jawa Barat, Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi mengagumi pelaksanaan sistem demokrasi di Indonesia.

"Pangeran Al-Walid sangat mengapresisasi Indonesia sebagai negara demokrasi berpengaruh," kata Duta Besar Indonesia buat Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sedangkan Pangeran Al-Walid ditemani Duta Besar Arab Saudi buat Indonesia Mustafa Ibrahim al-Mubarak, sekretaris pribadi Hasna at-Turki, dan tim dari perusahaannya, Kingdom Holding Company.

Menurut Agus Maftuh, keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu mencontohkan pelaksanaan pemilihan umum langsung. "Tanpa harus ada kekerasan," ujarnya mengutip penilaian Pangeran Al-Walid.

Indonesia pertama kali melaksanakan pemilihan langsung presiden dan legislatif pada 2004.

Sebagai negara kerajaan, Arab Saudi memang bukan negara demokratis. Banyak negara dan organisasi pemantau hak asasi manusia menyimpulkan negara Kabah itu memiliki catatan buruk soal penegakan hak asasi. Salah satu kasus masih disorot adalah narablog Raif Badawi, divonis sepuluh tahun penjara dan seribu kali cambukan karena mengkritik rezim Bani Saud.

Arab Saudi dinilai mulai membuka keran demokrasi di era Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dengan menunjuk sejumlah perempuan sebagai anggota Majelis Syura dan menggelar pemilihan langsung dewan kota. Banyak pihak berharap Visi Arab Saudi 2030 diumumkan Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman akhir bulan lalu kian melonggarkan kebebasan di negeri Dua Kota Suci itu.

Pada kesempatan ini, Agus Maftuh mengatakan Pangeran Al-Walid memuji pula keindahan alam Indonesia, "Seperti surga."  

Pangeran Al-Walid, 61 tahun, adalah orang terkaya nomor 41 di dunia versi majalah Forbes tahun ini. Keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan berharta US$ 18,6 miliar itu melorot posisinya, tahun lalu di peringkat ke-34.

Pangeran Al-Walid Ramadan tahun lalu menghebohkan dunia setelah mengumumkan bakal menyumbangkan seluruh kekayaannya bagi peradaban dan kemanusiaan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Pangeran Talal bin Abdul Aziz. (Al-Arabiya)

Ayah dari Pangeran Al-Walid wafat

Pangeran Talal adalah abang dari Raja Salman.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR