kabar

Sebab bukan muhrim, lelaki Saudi tembak dokter pria membantu istrinya melahirkan

Pria itu berpendapat dokter Zabn tidak berhak menangani istrinya mau melahirkan.

27 Mei 2016 09:38

Di Arab Saudi, tidak lazim dokter kandungan lelaki memeriksa kehamilan dan membantu proses kelahiran.

Dengan alasan bukan muhrim dan kebiasaan berlaku di negara Kabah itu, seorang pria Arab Sadi tidak disebutkan namanya menembak dokter Muhannad az-Zabn, sebab telah membantu istrinya melahirkan. Kejadiannya di Rumah Sakit King Fahad Medical City di Ibu Kota Riyadh, seperti dilansir situs berita Sabq kemarin.

Pria itu berpendapat dokter Zabn tidak berhak menangani istrinya mau melahirkan. Dia lebih memilih kalau dokter kandungan perempuan membantu proses kelahiran itu.

Penembakan terhadap dokter berdarah campuran Yordania dan Saudi ini terjadi setelah sebulan anaknya lahir. Ketika sedang berbincang di taman rumah sakit, lelaki itu mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan langsung menembak dokter Zabn.

Juru bicara rumah sakit, Bassam al-Buraikan, membenarkan insiden itu. Dia bilang kondisi dokter Zabn sudah stabil dan pelaku sudah ditahan polisi.

Banyak pengguna media sosial bersimpati atas nasib malang menimpa dokter Zabn. Sebagian lagi mengatakan mestinya ada dokter kandungan perempuan membantu proses kelahiran untuk menghormati tradisi dan nilai-nilai agama.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Filippo Grandi menyerahkan sertifikat penunjukan pangeran asal Qatar Syekh Tsani bin Abdullah bin Tsani ats-Tsani sebagai UNHCR Eminent Advocate kepada perwakilannya, Syekh Khalifah bin Tsani ats-Tsani di markas UNHCR di Kota Jenewa, Swiss, 9 Oktober 2019. (UNHCR/Jean Marc Ferré)

Pangeran Qatar jadi UNHCR Eminent Advocate setelah sumbang Rp 495 miliar buat pengungsi Bangladesh dan Yaman

Itu merupakan sumbangan terbesar pernah diterima UNHCR sejak lembaga itu didirikan 69 tahun lalu





comments powered by Disqus