kabar

Tiga pangeran Kuwait divonis lima tahun penjara sebab hina hakim

Termasuk Athbi al-Fahad as-Sabah keponakan dari emir Kuwait.

01 Juni 2016 08:10

Sebuah pengadilan di Kuwait Senin lalu menjatuhkan vonis masing-masing lima tahun penjara kepada tiga anggota keluarga kerajaan. Mereka dan empat terdakwa lainnya diputus bersalah telah menghina hakim.

Ketujuh terdakwa, termasuk ketiga pangeran Kuwait, itu mulanya didakwa menghina Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad al-Jabir as-Sabah dan memproduksi rekaman-rekaman video palsu untuk menjelekkan hakim-hakim tinggi.

Keponakan dari emir Kuwait, mantan Kepala Kantor Keamanan Nasional Athbi al-Fahad as-Sabah, termasuk dalam ketujuh terdakwa.

Tiga terdakwa lainnya juga menerima hukuman lima tahun penjara, sedangkan yangkeempat divonis sepuluh tahun kurungan.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Ulama Arab Saudi, Syekh Umar al-Muqbil. (Twitter)

Arab Saudi tangkap ulama karena kritik soal konser musik

Syekh Umar al-Muqbil menilai konser musik internasional dapat menghapus budaya asli masyarakat Saudi.





comments powered by Disqus