kabar

Lama puasa di negara-negara Arab

Kaum muslim di Denmark terpanjang berpuasa di dunia, yakni 21 jam. Sedangkan umat Islam di Argentina paling cepat waktunya, 9 jam 30 menit saja.

07 Juni 2016 11:59

Sebagian besar negara Arab mulai berpuasa Ramadan kemarin. Sedangkan Oman baru memutuskan permulaan Ramadan hari ini, kaum muslim di negara itu bakal menjalani puasa terlama saban hari, yakni 15-16 jam.

Puasa di wilayah Timur Tengah ini berlangsung di musim panas dengan suhu udara rata-rata di atas 40 derajat Celcius. Bahkan, menurut seorang peziarah Syiah asal Kuwait, Ammar Abu Yasir, ditemui Albalad.co pekan lalu di Ibu Kota Teheran, Iran, suhu udara di negaranya kalau musim panas antara 50-55 derajat Celcius waktu siang.

Kalau Oman menjadi negara Arab paling lama menjalani puasa tiap harinya, kaum muslim di Denmark terpanjang berpuasa di dunia, yakni 21 jam. Sedangkan umat Islam di Argentina paling cepat waktunya, 9 jam 30 menit saja.

Berikut lama puasa Ramadan di negara-negara Arab dalam sehari.

Sudan: 14 jam
Mesir: 15 jam 30 menit
Arab Saudi: 15 jam
Irak: 14 jam
Suriah: 14 jam
Yordania: 14 jam
Uni Emirat Arab: 14-15 jam
Oman: 15-16 jam
Kuwait: 14 jam
Qatar: 14 jam 40 menit
Libya: 14 jam
Aljazair: 14 jam
Maroko: 14 jam

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Filippo Grandi menyerahkan sertifikat penunjukan pangeran asal Qatar Syekh Tsani bin Abdullah bin Tsani ats-Tsani sebagai UNHCR Eminent Advocate kepada perwakilannya, Syekh Khalifah bin Tsani ats-Tsani di markas UNHCR di Kota Jenewa, Swiss, 9 Oktober 2019. (UNHCR/Jean Marc Ferré)

Pangeran Qatar jadi UNHCR Eminent Advocate setelah sumbang Rp 495 miliar buat pengungsi Bangladesh dan Yaman

Itu merupakan sumbangan terbesar pernah diterima UNHCR sejak lembaga itu didirikan 69 tahun lalu





comments powered by Disqus