kabar

Bebas dari ISIS, perempuan Suriah bersumpah berpakaian merah seumur hidup

Di bawah kontrol ISIS, perempuan di Abu Qalqal, Manbij, dipaksa berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam. Kalau berani melanggar, mereka bisa dipenjara atau bahkan dibunuh.

10 Juni 2016 01:14

Kaum hawa di sebagian wilayah Suriah merayakan kebebasan mereka dari kekuasaan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Mereka bergembira dan berpakaian berwarna, sebuah tindakan dilarang kelompok radikal itu.

Di bawah kontrol ISIS, perempuan di Abu Qalqal, Manbij, dipaksa berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam. Kalau berani melanggar, mereka bisa dipenjara atau bahkan dibunuh.

Saking senangnya bebas dari cengkeraman kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu, Khadijah Abdul Muwati, perempuan beretnik Kurdi asal kota kecil dekat perbatasan Turki, bersumpah bakal berpakain merah hingga akhir hayatnya.

"Mereka memaksa kami menutup wajah kami dengan cadar dan mengancam membunuh kami. Sekarang saya akan berpakaian merah," kata Khadijah kepada wartawati dari kantor berita Hawar. Saat direkam, Khadijah berjilbab dan berabaya merah dengan corak tutul dan bunga. Wajahnya tidak bercadar dan tidak berkaus tangan.

Para perempuan dan anak-anak itu berteriak kegirangan. "Kami bebas! Kami bebas!"

Januari lalu, seorang gadis 21 tahun asal Manbij disiksa sampai tewas oleh jihadis perempuan dikenal dengan nama Ummu Faruk karena melanggar aturan berpakaian ala ISIS, seperti dilansir ARA News.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.





comments powered by Disqus