kabar

Bebas dari ISIS, perempuan Suriah bersumpah berpakaian merah seumur hidup

Di bawah kontrol ISIS, perempuan di Abu Qalqal, Manbij, dipaksa berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam. Kalau berani melanggar, mereka bisa dipenjara atau bahkan dibunuh.

09 Juni 2016 18:14

Kaum hawa di sebagian wilayah Suriah merayakan kebebasan mereka dari kekuasaan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Mereka bergembira dan berpakaian berwarna, sebuah tindakan dilarang kelompok radikal itu.

Di bawah kontrol ISIS, perempuan di Abu Qalqal, Manbij, dipaksa berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam. Kalau berani melanggar, mereka bisa dipenjara atau bahkan dibunuh.

Saking senangnya bebas dari cengkeraman kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu, Khadijah Abdul Muwati, perempuan beretnik Kurdi asal kota kecil dekat perbatasan Turki, bersumpah bakal berpakain merah hingga akhir hayatnya.

"Mereka memaksa kami menutup wajah kami dengan cadar dan mengancam membunuh kami. Sekarang saya akan berpakaian merah," kata Khadijah kepada wartawati dari kantor berita Hawar. Saat direkam, Khadijah berjilbab dan berabaya merah dengan corak tutul dan bunga. Wajahnya tidak bercadar dan tidak berkaus tangan.

Para perempuan dan anak-anak itu berteriak kegirangan. "Kami bebas! Kami bebas!"

Januari lalu, seorang gadis 21 tahun asal Manbij disiksa sampai tewas oleh jihadis perempuan dikenal dengan nama Ummu Faruk karena melanggar aturan berpakaian ala ISIS, seperti dilansir ARA News.

Presiden Libanon Misyal Aun menerima pengunduran diri Menteri Luar Negeri Syarbal Wahbah di kantornya di Ibu Kota Beirut, 19 Mei 2021. (@LBpresidency)

Menteri luar negeri Libanon terpaksa mundur setelah sebut Arab Saudi sokong ISIS

Negara ini memang membutuhkan bantuan keuangan dari negara-negara Arab Teluk supertajir seperti Saudi dan UEA untuk keluar dari kesulitan ekonomi.

Wakil pemimpin ISIS Sami Jasim Muhammad al-Jaburi alias Haji Hamid. (Center for Global Policy)

Irak tewaskan wakil pemimpin ISIS

Haji Hamid juga bertugas mengelola keuangan ISIS.

Amerika menghargai pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi seharga US$ 10 juta (US State Department)

Pemimpin ISIS sekarang eks informan Amerika

Pada satu sesi pemeriksaan, dia memberitahu nomor telepon 19 pentolan ISI dan berapa jumlah uang mereka hasilkan buat milisi itu.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap pada 30 Maret 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap di Masjid Al-Haram

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui identitas dan asal negara pendukung ISIS ditangkap di Masjid Al-Haram itu.





comments powered by Disqus