kabar

Ribut dengan panitia, Erdogan batal hadiri penguburan Muhammad Ali

Panitia menolak permintaan Erdogan untuk menaruh secarik kiswah di atas peti jenazah Ali saat akan disalatkan.

12 Juni 2016 06:54

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Jumat lalu batal menghadiri penguburan jenazah petinju muslim legendaris Muhammad Ali. Erdogan hanya mengikuti salat jenazah dilakukan sehari sebelumnya.

Pembatalan itu terjadi lantaran pihak Erdogan ribut dengan panitia upacara penguburan Ali. Panitia menolak permintaan Erdogan untuk meletakkan secarik kiswah atau kain penutup Kabah di atas peti jenazah Ali saat akan disalatkan, seperti dilansir kantor berita Dogan.

Panitia juga tidak setuju dengan permintaan Mehmet Gormez, kepala badan otoritas agama Turki, membaca Al-Quran dalam prosesi itu. Rencana Erdogan dan Raja Abdullah bin Husain dari Yordania berpidato di pemakaman Ali juga batal karena ada tambahan dua pembicara lainnya.  

Insiden juga terjadi antara pengawal Erdogan dan pasukan pengamanan presiden Amerika di Louisville.

Ali dimakamkan Jumat lalu di kota kelahirannya, Louisville, Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat. Dia mengembuskan napas terakhir sepekan lalu dalam usia 74 tahun, setelah berpuluh tahun berjuang menghadapi penyakit parkinson dia derita.

Ribuan masyarakat dan penggemar ikut mengantar sang idola ke liang lahat. Tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, dan para selebritas, juga hadir.

Erdogan secara khusus terbang ke Louisville karena dia mengidolakan Ali. Dia menganggap Ali sebagai muslim sejati dan pejuang hak asasi manusia. "Setelah sukses di atas ring, dia menjadi suara orang-orang tertindas dan kaum muslim dari seantero dunia," kata Erdogan, datang melayat bareng istrinya, Emine Erdogan.

Lawatan singkat Erdogan ke pemakaman Ali ini mendapat kecaman oposisi di dalam negeri karena terjadi di hari yang sama setelah serangan bom di Kota Istanbul, menewaskan sebelas orang. Militan Kurdi mengklaim bertanggung jawab atas teror itu.

Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menerima lawatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 2005. (GPO)

Partainya Erdogan benarkan Turki dan Israel sepakati peningkatan hubungan

Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama mengakui Israel pada 1949. 

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Erdogan klaim hubungan Turki-Israel penting bagi stabilitas Timur Tengah

Kedua pemimpin sependapat pentingnya Turki dan Israel untuk bekerjasama di tiga bidang sangat prospektif, yakni energi, pariwisata, dan teknologi. 

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Erdogan: Kami ingin hubungan lebih baik dengan Israel

Turki adalah negara muslim pertama mengakui Israel dan menjalin hubungan resmi sejak 1949.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ucapkan selamat Natal

Erdogan dijadwalkan berkunjung ke Indonesia tahun depan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR