kabar

4.500 ton makanan sehari terbuang di Arab Saudi selama Ramadan

Situasi miris ini terjadi saat lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia kelaparan.

20 Juni 2016 07:14

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan 30 persen dari total makanan seharga 4 juta riyal dipersiapkan selama Ramadan terbuang percuma.

Jika diuangkan berjumlah 1,2 juta riyal saban hari, menurut the College of Food and Agricultural Science (CFAS) di Universitas Raja Saud, Riyadh, Arab Saudi.

Studi serupa menunjukkan sekitar 4.500 ton makan per hari terbuang di negara Kabah itu. Pesta besar dan makanan prasmanan menjadi salah satu alasan begitu banyaknya makanan menjadi mubazir.

Menurut Profesor Khodran az-Zahrani dari CFAS, saban tahun makanan terbuang di Arab Saudi berjumlah 1,3 miliar ton. Sebanyak 40 persen lebih dari makanan terbuang itu berasal dari ritel dan konsumen. Situasi miris ini terjadi saat lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia kelaparan.

Zahrani bilang makanan mubazir ini terjadi di semua rantai makanan, mulai petani, industri makanan, ritel, katering, hingga konsumen.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.





comments powered by Disqus