kabar

Tentara perbatasan Turki tembak mati delapan pengungsi Suriah

Korban tewas di antaranya Ubaid al-Abu (50 tahun) bersama lima anaknya: Hasan (6 tahun), Waid (15 tahun), Walaa (17 tahun), Fatum (20 tahun), dan Amani (21 tahun). Sedangkan istri dan satu putranya lagi luka.

20 Juni 2016 21:52

Tentara perbatasan Turki Sabtu malam lalu telah menembak mati delapan pengungsi Suriah, seperti diklaim the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), lembaga pemantau Perang Suriah berkantor pusat di Inggris.

Kedelapan korban tewas itu terdiri dari tiga anak, empat perempuan, dan satu lelaki dewasa. SOHR bilang sejak awal tahun ini, sudah 60 pengungsi Suriah ditembak di daerah perbatasan dengan Turki.

Pendiri SOHR Rami Abdurrahman menjelaskan enam dari delapan korban meninggal itu berasal dari satu keluarga. "Saya telah mengirim para pegiat kami ke rumah sakit di sana. Kami sudah memiliki rekaman video dari mayat-mayat itu tapi kami tidak mempublikasikan karena ada anak kecil menjadi korban," katanya.

The Local Coordination Committee, jaringan aktivis di Suriah, mendukung klaim SOHR itu. Lembaga ini mengatakan salah satu anak tewas berusia enam tahun.

Peristiwa tragis ini terjadi di perlintasan Khirbit al-Juz di utara Jisr asy-Syughur, kota kecil di Suriah, sekitar 48 kilometer sebelah selatan Kota Anaktya, Turki. Jisr asy-Syughur kerap menjadi jalur utama penyelundupan sejak Turrki menutup perbatasan-perbatasan resminya bagi pengungsi Suriah tahun ini.

Para pegiat lokal mengatakan kepada the Telegraph, sebagian identitas korban tewas, yakni Ubaid al-Abu (50 tahun) bersama lima anaknya: Hasan (6 tahun), Waid (15 tahun), Walaa (17 tahun), Fatum (20 tahun), dan Amani (21 tahun). Sedangkan istri dan satu putranya lagi luka.

Rekaman video diambil setelah insiden memperlihatkan seorang wanita menangis terisak-isak meratapi mayat seorang bocah perempuan berusia sekitar dua tahun, kelihatannya tertembak di bagian perut.

Satu anak lainnya tertelungkup di lantai, ditutupi sebuah selimut.

"Sejumlah keluarga dari Kota Jarabulus, timur laut Aleppo, dan Idlib berusaha menyeberangi perbatasan ke arah Turki Sabtu malam lalu," kata seorang aktivis. "Tentara perbatasan menembak mereka serampangan."

Seorang pejabat senior Turki mengatakan sejauh ini belum bisa membuktikan klaim itu, namun pihak berwenang tengah menyelidiki kejadian ini.

Lewat keterangan tertulis, militer Turki membantah klaim itu. "Semalam (Sabtu malam lalu) ada upaya menyeberang perbatasan secara ilegal tapi tidak ada tembakan diarahkan langsung ke orang."

Beragam laporan menyebutkan kasus penembakan terhadap para pengungsi Suriah ingin menyeberang ke Turki sudah terjadi sejak 2013. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mencemaskan insiden semacam itu kian meningkat setelah Uni Eropa menekan Turki untuk menghentikan gelombang pengungsi Suriah ke Eropa lewat negara itu.

Turki saat ini menampung sekitar 2,7 juta pengungsi Suriah.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua tahun menganggur, pengungsi Suriah di Libanon bakar diri hingga tewas

Terdapat sekitar 900 ribu pengungsi Suriah di Libanon. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu, sekitar 73 persennya hidup miskin. Rasio ini meningkat ketimbang 69 persen pada 2018.

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Ahmad az-Zuabi, 14 tahun, bocah pengungsi asal Suriah, tewas terjatuh karena dikejar polisi di Beirut. Dia dituduh mencuri. (Al-Arabiya)

Bocah pengungsi Suriah tewas terjatuh karena dikejar polisi Libanon

Ahmad dituduh maling tapi tidak ada penjelasan barang apa, di mana, dan kapan dia mencuri.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel akui pasok senjata ke para pemberontak Suriah

Namun sokongan dari Israel ini masih lebih kecil ketimbang bantuan dari Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.





comments powered by Disqus