kabar

Tentara Israel dilarang main Pokemon Go

Militer Israel mencemaskan aplikasi Pokemon Go bisa membikin tentara mereka membocorkan informasi sensitif soal pangkalan dan operasi militer.

15 Juli 2016 18:09

IDF (Pasukan Pertahanan Israel) telah menyebarluaskan sebuah pesan kepada seluruh prajurit negara Zionis itu. Isinya: aplikasi permainan terbaru Pokemon, Pokemon Go, tidak boleh digunakan di markas-markas militer.

Gim baru untuk telepon pintar ini berdasarkan karakter dalam video gim Nintendo, yakni Squirtle dan Pikachu, meminta akses lokasi dan kamera para pemainnya agar mereka bisa memainkan Pokemon Go.

"Gim itu sebuah sumber buat mendapatkan informasi," tulis peringatan dilansir oleh Departemen Keamanan Informasi IDF. "Gim itu tidak boleh dimainkan di markas militer!"

Militer Israel mencemaskan aplikasi Pokemon Go bisa membikin tentara mereka membocorkan informasi sensitif soal pangkalan dan operasi militer.

Pihak IDF sebelumnya sudah melarang serdadu menggunakan media sosial lainnya selama berada di markas militer atau sedang melaksanakan operasi.

Pokemon Go, dirilis terbatas Rabu pekan lalu di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, telah menjadi fenomena global. Tingkat pemakaiannya tertinggi dibanding aplikasi lainnya.

Pokemon Go digunakan 43 menit sehari, sedangkan WhatsApp hanya 30 menit per hari, Instagram (25 menit), Snapchat (22 menit), dan Messenger (12 menit).

Negara-negara Arab, seperti Mesir dan Arab Saudi, juga telah melarang permainan Pokemon Go karena masalah keamanan negara.

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kazhimi menyambut kedatangan pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus di Bandar Udara Baghdad pada 5 Maret 2021. (the Officd of the Prime Minister of Iraq)

Paus Fransiskus tiba di Irak

Dia akan bertemu pemimpin kaum Syiah Irak Ayatullah Ali as-Sistani di Kota Najaf.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Netanyahu telepon penggemarnya di Arab Saudi

Muhammad Saud menjadi satu-satunya warga Saudi secara terbuka lewat Twitter menyatakan menyukai Netanyahu dan Israel. Dia mengunjungi Israel pada 2019 bareng lima wartawan dari dua negara Arab lainnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Keluarga kerajaan Saudi berharap Netanyahu terpilih lagi

Netanyahu mengunjungi Saudi untuk pertama kali pada November tahun lalu.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuota haji tiap negara tahun ini mungkin 20-50 persen

Haji tahun lalu hanya buat penduduk Saudi. Jumlahnya pun seribu orang saja.





comments powered by Disqus