kabar

Penduduk Arab Saudi termalas dan tergembrot ketiga sejagat

Seperempat orang Saudi menderita diabetes.

06 Agustus 2016 22:51

Penduduk Arab Saudi menempati posisi ketiga di dunia setelah Malta dan Swaziland dalam hal obesitas dan kemalasan.

The Lancet, jurnal medis terbitan Inggris, menyebutkan rasio kemalasan dan obesitas di negara Kabah itu 86 persen, merupakan salah satu sebab penyakit diabetes. Sakit kencing manis ini diderita seperempat penduduk Arab Saudi.

Menanggapi laporan the Lancet itu, para ahli diet dan dokter di Arab Saudi telah memperingatkan soal bahaya obesitas dan kebiasan makan buruk.

Dr Khalid al-Ajjaji termasuk salah satu ahli prihatin terhadap tingginya penderita diabetes di negeri Dua Kota Suci itu. Dia bilang sebuah penelitian setempat menyebutkan 70 persen orang Saudi kelebihan berat badan dan bukan obesitas.

Ajjaji menjelaskan bukan penyakit keturunan tapi kebiasaan makan patut diwaspadai. "Kebiasaan begadang dan melakukan hal lain sambil makan bisa menyebabkan obesitas dan munculnya penyakit, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi," katanya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus