kabar

Mengaku atheis, lelaki Saudi divonis 10 tahun penjara dan dua ribu cambukan

Arab Saudi menyamakan atheisme dengan terorisme.

02 September 2016 09:54

Sebuah pengadilan di Arab Saudi telah memvonis seorang lelaki mengaku atheis dengan hukuman sepuluh tahun penjara, dua ribu cambukan, dan denda empat ribu pound sterling.

Pria Saudi tidak disebut identitasnya itu ditangkap dan diadili setelah polisi syariah menemukan 600 cuitan di akun Twitternya. Lelaki ini tidak mengakui adanya Tuhan, menghina Al-Quran, serta menuding semua rasul pembohong.

Lelaki tersebut didakwa melanggar sebuah undang-undang kontroversial dikeluarkan oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz dua tahun lalu. Menurut beleid itu, atheisme dianggap terorisme.

Selama menjalani sidang, pria ini menolak bertobat. Dia bilang dia berhak mengungkapkan keyakinannya di depan publik.  

"Pemerintah Saudi tidak menolerir segala kritikan atas kebijakan mereka, namun aturan baru itu menyamakan hampir semua pendapat kritis dan perkumpulan independen sebagai tindakan terorisme," kata Joe Stork, Wakil Direktur Human Rights Watch untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel Muhammad al- Khaja menyerahkan surat tugasnya kepada Presiden Israel Reuven Rivlin di Yerusalem, 1 Maret 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Duta besar UEA buat Israel serahkan surat tugas kepada Presiden Rivlin

Selain bertemu para pejabat senior Israel, kunjungan Al-Khaja untuk mencari lokasi bagi kantor Kedutaan Besar UEA dan rumah dinasnya di Tel Aviv.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat menyampaikan strategi baru PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk periode 2021-2025. . (Saudi Gazette)

Nasib Bin Salman, naik takhta atau terdepak

Sejak dia masuk jalur suksesi pada April 2015, dua putera mahkota tersingkir.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

02 Maret 2021

TERSOHOR