kabar

Putri raja Saudi perintahkan pengawalnya bunuh dekorator di Paris

Puteri Hassa kabur ke negaranya menghindari penuntutan.

03 Oktober 2016 19:42

Puteri Hassa, anak perempuan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, tersandung masalah hukum di Ibu Kota Paris, Prancis. Perempuan 42 tahun ini diduga memerintahkan pengawalnya membunuh dekorator penghias apartemennya.

Instruksi ini dia keluarkan lantaran lelaki Prancis berumur 53 tahun itu memotret bagian dalam apartemen kepunyaannya di kawasan elite Avenue Foch, dekat dengan Arc de Triomphe. Sang puteri menuding dekorator itu akan menjual foto-foto itu ke media.

Kejadian memalukan ini berlangsung pada 26 September lalu. "Kamu harus membunun anjing ini. Dia tidak pantas hidup," kata Puteri Hassa kepada seorang pengawal tidak disebutkan identitasnya.

Sang pengawal lantas menyiksa pria Prancis nahas itu selama empat jam. Kedua kaki dan tangannya diikat. Sebelum diusir, korban diperintahkan berlutut dan mencium kaki Puteri Hassa. Dia diancam untuk tidak lagi muncul di daerah elite tersebut.

Polisi berhasil menangkap sang pengawal pekan lalu, namun Puteri Hassa kabur karena alasan memiliki kekebalan diplomatik. Pengawal ini mengakui sang puteri berada di lokasi saat dekorator itu disiksa.

Dia disidang Sabtu minggu lalu. Pengawal anak Raja Salman ini didakwa melakukan kekerasan dengan senjata api, penculikan, dan membantu penyekapan. Dia terancam dipenjara jika terbukti bersalah.

Namun Elie Hatem, pengacara pengawal itu, mempertanyakan kisah versi korban. Dia bilang waktu kejadian ada lebih dari 20 orang di dalam apartemen Puteri Hassa.

Korban meminta Puteri Hassa melunasi ongkos pengerjaan dekorasi apartemennya senilai 20 ribu euro. Dia juga minta semua peralatannya dikembalikan.

Puteri Hassa memang rutin pelesiran ke Paris. Di sana dia menikmati kehidupan serba wah.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Paris menolak berkomentar atas kasus ini.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus