kabar

Ulama Iran klaim Albert Einstein muslim Syiah

Einstein beralasan Syiah adalah paham paling ilmiah dan Islam merupakan agama paling benar di dunia.

15 Oktober 2016 23:43

Ulama asal Iran Ayatullah Mahadavi Kani mengklaim Albert Einstein, ilmuwan berdarah Yahudi dari Jerman merupakan pencipta Teori Relativitas, masuk Islam dan menganut aliran Syiah, seperti dilansir Israel Radio kemarin.

Mengutip sebuah rekaman video dari Mahadavi Kani, Israel Radio menyebutkan ketua Majelis Ahli Iran itu bilang ada sejumlah dokumen membuktikan Einstein telah memeluk paham Syiah dan pengikut setia dari Jafar as-Sadiq, imam kedelapan bagi kaum Syiah.

Kani menjelaskan Einstein menyadari peristiwa Isra dan Mikraj Nabi Muhammad memiliki kesamaan dengan Teori Relativitas dipahami Einstein. "Einstein bilang, 'ketika saya mendengar cerita soal Nabi Muhammad dan ahlul baitnya, saya menyadari mereka sudah memahami hal itu (Teori Relativitas) sebelum kami.'"

Beragam laporan menyatakan Einstein masuk Islam muncul pada 2012, ketika cucu dari Ayatullah Hasan Borujerdi mengklaim ilmuwan fisika itu saling bersurat dengan Borujerdi, hingga akhirnya dia masuk Islam. Einstein, hidup pada 1879-1955, beralasan Syiah adalah paham paling ilmiah dan Islam merupakan agama paling benar di dunia.

Laporan-laporan ini menyebutkan surat-surat Einstein dengan Borujerdi itutersimpan dalam kotak aman di Ibu Kota London.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

Demonstran menyerbu masuk dan membakar Kedutaan Arab Saudi di Ibu Kota Teheran, Iran pada Ahad, 3 Januari 2016. (Iranian Media/Al-Arabiya.net)

Jumlah hukuman mati dilakukan Iran lebih banyak dibanding Arab Saudi

Iran cuma kalah dari Cina di tataran global.

Massa dari Koalisi Antiperang mengutuk eksekusi atas ulama Syiah Syekh Nimr an-Nimr saat berdemonstrasi pada Senin, 4 Januari 2016, di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Protes atas eksekusi ulama Syiah juga berlangsung di Jakarta

Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Ulama Syiah Syekh Nimr an-Nimr termasuk dalam 47 orang dieksekusi Arab Saudi pada Sabtu, 2 Januari 2016. (freenimr.org)

Bahrain dan Sudan ikut putuskan hubungan diplomatik dengan Iran

Khartum mengecam pula campur tangan Iran di kawasan Timur Tengah.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020

TERSOHOR