kabar

Arab Saudi eksekusi mati Pangeran Turki

Eksekusi mati terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir ini merupakan kasus amat jarang terjadi dalam keluarga kerajaan.

19 Oktober 2016 01:14

Lewat keterangan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi membenarkan kemarin telah melaksanakan hukuman mati terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir. Pengadilan pada 2014 menyatakan pelaku terbukti bersalah menembak mati seorang pemuda Saudi.

Pembunuhan atas Adil bin Sulaiman bin Abdul Karim Muhaimid itu terjadi dalam sebuah perkelahian di kawasan Ath-Thumama, pinggiran Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. "Turki bin Saud al-Kabir sudah membunuh warga negara Saudi bernama Adil bin Sulaiman," kata Kementerian Dalam Negeri. "Dia didakwa atas kasus pembunuhan dan telah dieksekusi sebagai hukumannya."

Abdurrahman al-Falaj, paman korban, mengaku senang dengan eksekusi mati ini. "Pelaksanaan hukuman mati itu menggambarkan sistem hukum di Saudi berjalan adil," ujarnya.

Pengadilan Banding dan Mahkamah Agung juga mengesahkan vonis mati itu. Raja Salman bin Abdul Aziz telah mengeluarkan perintah untuk melaksanakan hukuman mati atas Pangeran Turki bin Saud al-Kabir.

Hukuman mati dilakukan setelah keluarga korban menolak uang darah dan meminta keadilan dilaksanakan.

Kementerian Dalam Negeri memperingatkan siapa saja bakal dihukum sesuai aturan berlaku di negara Kabah itu bila menyerang orang tidak bersalah dan berusaha menumpahkan darah mereka. "Raja Salman sangat ingin menegakkan keamanan, keadilan, dan hukum Allah."

Biasanya pelaksanaan hukuman mati di Arab Saudi dengan cara memenggal kepala memakai pedang. Namun eksekusi mati terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir ini merupakan kasus amat jarang terjadi dalam keluarga kerajaan.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020

TERSOHOR