kabar

Mantan pejabat Israel batal ke Belgia karena takut ditangkap

Tzipi Livni dituduh melakukan kejahatan perang saat Israel menggempur Gaza pada 2008-2009.

24 Januari 2017 09:56

Politikus tersohor Israel Tzipi Livni membatalkan rencana lawatannya ke Belgia karena takut ditangkap, dengan melakukan kejahatan perang saat negara Zionis itu menggempur Jalur Gaza selama Desember 2008-Januari 2009.

Livni, menjabat menteri luar negeri pada 2006-2009 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ehud Olmert, tadinya dijadwalkan tiba di Ibu Kota Brussels, Belgia, kemarin, untuk menghadiri konferensi membahas penanganan anti-Semit dan penguatan hubungan Eropa dengan Israel.

Dia akhirnya membatalkan rencana kunjungannya setelah kantor Kejaksaan Brussels pekan lalu bilang Livni termasuk dalam daftar pejabat Israel masuk dalam gugatan ke Kejaksaan Belgia pada 2010. Sehingga polisi akan menangkap Livni setibanya di Brussels untuk kepentingan penyelidikan.

Gugatan diajukan kelompok lokal pro-Palestina itu berisi sejumlah pejabat militer dan sipil Israel diduga melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan dalam perang denga Hamas menewaskan hampir 1.400 warga Palestina. Sedangkan di pihak Israel hanya 13 orang terbunuh, termasuk sepuluh tentara.

Masyarakat internasional menuding Israel dan Hamas sama-sama melakoni kejahatan perang.

Tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan Israel paling tidak telah melakukan kejahatan kolektif terhadap warga Gaza.

Livni, anggota Knesset dari Partai Uni Zionis, mengatakan kepada Radio Israel, dirinya membatalkan lawatan ke Brussels karena alasan pribadi.

Le Monde melaporkan sejak tidak menjabat menteri kehakiman pada 2014, Livni tidak lagi memiliki kekebalan diplomatik.

Sesuai hukum berlaku di Belgia, aparat berwenang berhak membekuk seorang tersangka kasus kejahatan terkait hukum internasional di wilayah kedaulatannya kalau salah satu korban adalah warga Belgia.

Livni pada 2009 juga terpaksa membatalkan kunjungannya ke Ibu Kota London, Inggris, karena sebuah pengadilan di negara itu mengeluarkan surat perintah penangkapan atas nama dirinya, setelah ada gugatan dari para pengacara Inggris mewakili korban Perang Gaza.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.





comments powered by Disqus