kabar

Putera Mahkota Arab Saudi tidak ikut dalam rombongan Raja Salman ke Indonesia

Raja Salman Sabtu pekan ini akan ke Brunei beberapa jam sebelum berlibur di Bali hingga 12 Maret.

01 Maret 2017 10:52

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz akan memulai lawatan resminya ke Indonesia hari ini. Dia akan datang bersama rombongsn berjumlah 1.500 orang, termasuk 25 pangeran dan sepuluh menteri.

Namun, menurut sumber Albalad.co mengetahui detail rencana kunjungan Raja Salman, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif atau Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, juga anak dari Raja Salman, tidak ikut dalam kunjungan ke Indonesia.

"Tidak ada putera mahkota atau wakil putera mahkota ikut," kata Sumber Albalad.co saat dihubungi melalui telepon selulernya semalam.

Ini berbeda saat Raja Salman melawat ke Amerika Serikat Desember tahun lalu. Ketika itu, penguasa negara Kabah ini mengajak Pangeran Muhammad bin Salman. Di sela kunjungan itu, Pangeran Muhammad bin Salman juga bertemu petinggi Apple, Facebook, dan Microsoft.

Sumber itu bilang Raja Salman juga tidak jadi salat Jumat di Istiqlal. Dia akan mengunjungi masjid terbesar di Asia Tenggara itu besok.

Setelah tiga hari Jakarta, dia menambahkan, raja berusia 81 tahun tersebut akan gterbang ke Brunei Darusssalam dan melawat ke sana beberapa jam, sebelum berlibur di Bali hingga 12 Maret.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Putera mahkota Saudi lolos dari upaya pembunuhan

Tapi pasukan Blackwater, merupakan pasukan pengawal pribadi Bin Salman, berhasil menggagalkan serangan mereka.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dapat pengawal pribadi baru setelah Al-Fagham dibunuh

Pengganti Al-Fagham itu bernama Brigadir Jenderal Said al-Qahtani.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Pengawal pribadi Raja Salman dibunuh dalam istana

Dia memastikan cerita tewasnya Al-Fagham disebarluaskan Al-Uwaid melalui Twitter tidak benar.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.





comments powered by Disqus