kabar

Raja Salman anggap Indonesia rumah keduanya

"Karena sejak beliau jadi raja dan ke luar negeri, dia merasa ini penyambutan paling luar biasa."

04 Maret 2017 22:57

Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin malam di tempatnya menginap di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengaku terkesan dengan kunjungannya selama ada di Jakarta. Bahkan, penguasa negara Kabah ini menganggap Indonesia dijadikan sebagai rumah keduanya setelah Arab Saudi.

Kalla bilang Raja Salman terkesan karena sambutan meriah dia terima selama tiga hari di Jakarta. "Ya, semalam dan tadi ini sebelumnya menyatakan lagi terima kasih luar biasa, menganggap ini rumah keduanya," kata Kalla hari ini dalam jumpa pers usai melepas keberangkatan Raja Salman ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. "Karena sejak beliau jadi raja dan ke luar negeri, dia merasa ini penyambutan paling luar biasa."

Sambutan mulai terasa sepekan sebelum Raja Salman tiba. Di media-media sosial sudah mulai banyak diperbincangkan mengenai lawatan bersejarah penguasa Arab Saudi itu.

Ketika tiba di Jakarta Rabu lalu, ratusan orang rela kehujanan untuk melihat rombongan Raja Salman menuju Istana Bogor untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo. Saat mengunjungi kompleks parlemen, banyak orang berebut ingin berfoto selfie dengan Raja Salman.  

Kalla menyampaikan kepada Raja Salman, antusiasnya warga Indonesia menyambut kedatangan sang raja karena faktor kedekatan dan kecintaan rakyat Indonesia kepada Arab Saudi.

Dia menambahkan selama ini Arab Saudi menjadi tujuan masyarakat Indonesia untuk beribadah, umrah, dan berwisata. "Kunjungan orang Indonesia terbesar ke luar negeri itu ke Saudi, yaitu 1,2 juta per tahun," ujarnya.

Raja Salman melakukan kunjungan kenegaraan selama 1-3 Maret di Jakarta. Mulai hari ini sampai 12 Maret, dia berlibur di Bali.

Raja Salman datang membawa rombongan berjumlah 1.500 orang. Ini merupakan kunjungan pertama raja Saudi ke Indonesia dalam waktu hampir setengah abad, setelah lawatan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada 1970.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Putera mahkota Saudi lolos dari upaya pembunuhan

Tapi pasukan Blackwater, merupakan pasukan pengawal pribadi Bin Salman, berhasil menggagalkan serangan mereka.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dapat pengawal pribadi baru setelah Al-Fagham dibunuh

Pengganti Al-Fagham itu bernama Brigadir Jenderal Said al-Qahtani.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Pengawal pribadi Raja Salman dibunuh dalam istana

Dia memastikan cerita tewasnya Al-Fagham disebarluaskan Al-Uwaid melalui Twitter tidak benar.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.





comments powered by Disqus