kabar

Imam Besar Al-Azhar sampaikan belasungkawa atas wafatnya Kiai Hasyim Muzadi

"Pandangan Kiai Hasyim dan Al-Azhar sama, yakni demi kepentingan umat Islam," Anizar. "Juga moderat dalam pandangan keagamaan dan perhatian terhadap perdamaian dunia."

16 Maret 2017 17:40

Syekh Ahmad ath-Thayyib, Imam Besar Al-Azhar, Kairo, Mesir kemarin menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya Kiai Hasyim Muzadi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan mantan Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdhatul Ulama).

Kiai Hasyim meeninggal kemarin pagi dan dimakamkan sorenya di Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat.

Pesan belasungkawa Syekh Ahmad Thayyib itu disampaikan oleh penasihatnya, Muhammad Abdussalam, melalui Anizar Masyhadi dari Pesantren Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah. "Al-Azhar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, serta keluarganya," kata Syekh Ahmad Thayyib dalam pesan WhatsApp disampaikan Anizar kepada Albalad.co semalam.

Anizar bilang Kiai Hasyim dan Syekh Ahmad Thayyib memiliki hubungan sangat akrab. "Pandangan Kiai Hasyim dan Al-Azhar sama, yakni demi kepentingan umat Islam," ujarnya. "Juga moderat dalam pandangan keagamaan dan perhatian terhadap perdamaian dunia."

Pada 2010, Kiai Hasyim mengundang Syekh Ahmad Thayyib, waktu itu masih menjabat rektor Universitas Al-Azhar, menghadiri acara Internatinal Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta.

Syekh Ahmad Thayyib terakhir kali datang ke Jakarta Februari tahun lalu. Anizar menambahkan Kiai Hasyim menemani Syekh Ahmad Thayyib ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, untuk menerima gelar doktor kehormatan dan mengunjungi Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.   

Al-Azhar merupakan salah satu rujukan untuk mempelajari Islam. Al-Azhar dibangun pada 970 atau 972 semasa Dinasti Fatimiyah berkuasa di Mesir.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020

TERSOHOR