kabar

Israel punya diplomat perempuan muslim pertama

Rasha Atamny akan ditugaskan di Kedutaan Besar israel di Turki.

07 April 2017 17:14

Kementerian Luar Negeri Israel kemarin menunjuk Rasha Atamny, 31 tahun, untuk mewakili negara Bintang Daud itu di Ibu Kota Ankara, Turki. Dia menjadi diplomat perempuan muslim pertama di Israel.

Atamny, akan menyelesaikan bulan-bulan terakhir pendidikannya sebagai diplomat, bakal menjadi sekretaris pertama di Kedutaan Besar Israel di Turki.

Turki merupakan sekutu penting Israel di kawasan Timur Tengah dan bekerja sama erat di bidang ekonomi. Kedua negara berekonsiliasi pada Juni tahun lalu, setelah hubungan mereka memburuk sehabis insiden penyerangan ke kapal kemanusiaan Mavi Marmara sedang berlayar menuju Jalur Gaza pada 2010.

Rasha berasal dari Baqa al-Gharbiyah, kota kecil berpenduduk Palestina di wilayah tengah Israel dan berbatasan dengan Garis Hijau, memisahkan Israel dan Tepi Barat sebelum Perang Enam hari 1967.

Dia sejatinya bukan diplomat perempuan Arab pertama Israel. Rania Jubran, penganut Nasrani, merupakan putri dari Hakim Mahkamah Agung Israel Salim Jubran, pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri selama 2006-2009, namun keluar sebelum akan ditugaskan di Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Kairo, Mesir.

Israel juga memiliki sejumlah diplomat lelaki muslim dan Kristen.

Rasha, sarjana psikologi lulusan dari Universitas Hebrew, Yerusalem, menulis dalam sebuah blog berbahasa Ibrani dan diunggah di situs resmi Kementerian Luar Negeri Israel, dirinya masih meyakini ada peluang konflik Palestina-Israel bisa diselesaikan secara damai.

Dia mulai menyukai dunia diplomasi setelah bergabung dengan klub Model Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setahun kemudian, dia terpilih mewakili Israel sebagai duta besar muda dan bertugas selama tiga bulan di markas PBB di Kota New York, Amerika Serikat.

Rasha mengaku waktu itu dia mendengar sendiri bagaimana Israel menjadi negara paling diperlakukan berbeda di PBB. "Dan itu mengecewakan," ujarnya.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020

TERSOHOR