kabar

Ahmadinejad dicoret dari pencalonan presiden Iran

Dewan Garda meloloskan enam orang dari sekitar 1.600 yang mendaftar sebagai kandidat presiden.

21 April 2017 23:20

Kementerian Dalam Negeri Iran kemarin menyebutkan Dewan Garda - beranggotakan masing-masing enam ahli fiqih dan hukum - telah mencoret nama Mahmud Ahmadinejad dari daftar calon presiden, akan bertarung dalam pemilihan digelar 19 Mei mendatang.

Dewan Garda meloloskan enam calon, yakni Presiden Hasan Rouhani, Ibrahim Raisi merupakan teman dekat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, Wali Kota Teheran Muhammad Baghir Ghalibaf, Wakil Pertama Presiden Iran Ishaq Jahangiri, serta dua politikus relatif kurang dikenal - Agha Mirsalim dan Mustafa hasyimi Taba.

Selain Ahmadinejad, pernah menjabat presiden dua periode pada 2005-2013, Dewan Garda juga mendiskualifikasi 1.600 orang lainnya mendaftar untuk bertarung dalam pemilihan presiden, termasuk 137 kandidat perempuan.  

Isyarat penolakan atas pencalonan Ahmadinejad sudah disampaikan oleh Khamenei dalam sebuah pidato tahun lalu. Dia bilang jika Ahmadinejad ikut bersaing dalam pemilihan presiden, hal itu tidak baik bagi dirinya dan negaranya.

Bekas Presiden Iran Ali Akbar Hasyimi Rafsanjani, meninggal awal tahun ini, juga pernah bernasib serupa. Dia dilarang ikut dalam pemilihan presiden pada 2013.  

Dengan pencoretan Ahmadinejad itu, akan ada tiga orang bakal bersaing ketat dalam pemiihan presiden Iran, yakni Rouhani, Raisi, dan Ghalibaf. Namun sebagian pihak menilai Rouhani bakal bertarung sengit dengan Raisi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus