kabar

Penculik bebaskan 26 warga Qatar

Qatar membayar uang tebusan jutaan dolar Amerika.

22 April 2017 16:57

Milisi Kataib Hizbullah kemarin telah membebaskan 26 warga Qatar mereka sekap sejak Desember 2015.

Para pemburu dari Qatar itu diculik sekitar seratus lelaki bersenjata saat sedang dalam kemah mereka di selatan Irak.

Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Irak bilang 26 warga Qatar, termasuk sejumlah pangeran, itu telah diserahkan kepada satu delegasi Qatar sudah tiba sejak Sabtu pekan lalu di Ibu Kota Baghdad, Irak.

Sumber-sumber mengetahui soal perundingan untuk pembebasan warga Qatar bilang pelepasan 26 warga negara Arab Teluk tersebut bagian dari pertukaran penduduk Sunni dan Syiah serta pembebasan tahanan di Suriah.

"Kementerian Dalam Negeri telah menerima 26 pemburu asal Qatar," kata Wahab at-Tai, penasihat menteri dalam negeri Irak. "Mereka akan diserahkan kepada utusan Qatar."

Dia menambahkan setelah menjalani pemeriksaan, baru diserahterimakan kepada delegasi dari Qatar.

"Para delegasi Qatar tersebut sekarang berada di kantor Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi," ujar seorang sumber. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah haji tidak boleh sentuh atau cium Kabah dan Hajar Aswad

Tiap sesi tawaf, sai, dan melempar jumrah hanya boleh diikuti 50 jamaah. Jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 3.580 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 209.509 orang

Penderita Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 25.678 orang, termasuk 446 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Ketambahan 4.128 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 205.929 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 25.448 orang, termasuk 432 meninggal.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.





comments powered by Disqus