kabar

Pengungsi Suriah di Libanon jual organ tubuh buat biaya hidup

Ginjal paling laku.

28 April 2017 10:16

Penjualan organ tubuh secara ilegal kini marak di Libanon. Hasil investigasi BBC menemukan banyak pengungsi Suriah di negara itu nekat menjual organ mereka demi membiayai hidup.

Salah satu calo dalam bisnis organ tubuh itu adalah Abu Jafar, ditemui wartawan BBC Alex Forsyth di sebuah gedung rusak di selatan Ibu Kota Beirut, Libanon. Meski sadar usahanya ilegal tapi dia bilang dia hanya ingin membantu pengungsi Suriah kesusahan.

Sejak Perang Suriah meletup pada 2011, paling tidak 1,5 juta pengungsi Suriah membanjiri Libanon. Bagi yang tidak terdaftar sebagai pengungsi, mereka tidak berhak bekerja, sehingga mencari nafkah serabutan untuk biaya makan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan.

Menurut sebuah laporan dilansir Juni tahun lalu, 70 persen pengungsi Suriah di Libanon hidup di bawah garis kemiskinan.

"Apa yang bisa mereka lakukan? Mereka tidak punya pilihan untuk bertahan hidup selain menjual organ tubuh mereka," kata Abu Jafar seperti disiarkan BBC Selasa lalu.

Dia mengaku dalam tiga tahun terakhir telah berhasil mengatur penjualan organ tubuh milik 30 pengungsi Suriah.

"Mereka biasanya minta ginjal mereka dijual dan saya mudah menemukan pembelinya," ujar Abu Jafar.

Dia bercerita kalau sudah ada pengungsi Suriah ingin menjual organ, dia akan bawa calon penjual itu ke sebuah tempat untuk dilakukan operasi transplantasi. Sehabis itu, dia akan merawat pengungsi bersangkutan selama sepekan.

"Saya tidak peduli kalau klien saya meninggal sepanjang saya sudah dapat bayaran," tutur Abu Jafar. "Bukan urusan saya apa yang terjadi selanjutnya setelah klien saya dibayar."

Klien terbaru Abu Jafar adalah remaja Suriah berumur 17 tahun. Pengungsi Suriah ini menjual satu ginjalnya seharga US$ 8.300 untuk membayar utang dan biaya hidup dirinya bareng ibu dan kelima saudara perempuannya.

Dua hari kemudian, dia tergolek lemah dalam kamar belakang di sebuah kedai kopi, menahan sakit terus terjadi sehabis ginjalnya diambil.

Dia mengaku menyesal. "Saya sebenarnya ridak mau melakukan ini tapi saya tidak punya pilihan," tuturnya.

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Ahmad az-Zuabi, 14 tahun, bocah pengungsi asal Suriah, tewas terjatuh karena dikejar polisi di Beirut. Dia dituduh mencuri. (Al-Arabiya)

Bocah pengungsi Suriah tewas terjatuh karena dikejar polisi Libanon

Ahmad dituduh maling tapi tidak ada penjelasan barang apa, di mana, dan kapan dia mencuri.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel kirim 300 tenda dan 30 ton makanan bagi pengungsi Suriah

Selama 2016-2017, Israel sudah menggelontorkan 360 ton makanan untuk pengungsi Suriah.





comments powered by Disqus