kabar

Hamas pilih pemimpin baru bulan ini

Haniyah dan Abu Marzuq paling dijagokan buat menggantikan Misyaal.

01 Mei 2017 09:18

Hamas bulan ini akan memilih kepala Biro Politik buat menggantikan Khalid Misyaal.

"Kami akan memilih pemimpin baru untuk menggantikan Khalid Misyaal," kata Khalid Qaddumi, kepala perwakilan Hamas di Iran, saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini. "Insya Allah sebelum pertengahan bulan ini sudah ada kepemimpin baru Hamas."

Hamas tahun ini sudah memilih Yahya Sinwar sebagai pemimpin di Jalur Gaza, menggantikan Ismail Haniyah mencalonkan diri sebagai kepala Biro Politik Hamas.

Qaddumi mengakui selain Haniyah, kandidat terkuat lainnya buat menggantikan Misyaal adalah Musa Abu Marzuq, pernah menjabat kepala Biro Politik Hamas. "Selain itu, ada dua kandidat lain tidak dikenal," ujarnya.

Dia menambahkan pemilihan nantinya juga akan membahas di mana kepala Biro Politik Hamas baru akan menetap. Misyaal kini tinggal di Ibu Kota Doha Qatar, setelah diusir Presiden Suriah Basyar al-Assad dari Ibu Kota Damaskus lantaran tidak mau mendukung rezim Assad menghadapi pemberontak Suriah.  

Dia membantah propganda menyebut Hamas mengubah prinsip mereka, yakni mengakui solusi dua negara dengan batas sebelum Perang Enam Hari 1967. Dia menekankan wilayah Palestina menurut pandangan Hamas adalah seluruh Tepi Barat, Gaza, dan wilayah Israel saat ini.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi Palestina di Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas akan gelar pemilihan internal tahun ini

Khalid Misyaal dijagokan memimpin lagi Biro Politik Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  





comments powered by Disqus