kabar

Yahudi ultra-Orthodoks bakar bendera saat ulang tahun ke-69 Israel

Kaum Yahudi ultra-Orthodoks memang tidak mengakui berdirinya negara Israel pada 1948.

04 Mei 2017 09:46

Ketika sebagian besar rakyat Israel Selasa lalu memperingati ulang tahun ke-69 berdirinya negara Zionis itu, komunitas Yahudi ultra-Orthodoks di Yerusalem malah berlaku sebaliknya.

Sekelompok pria dan bocah lelaki dari kaum Yahudi ultra-Orthodoks membakar bendera Israel, seperti dilansir stasiun televisi Channel 10. Kejadian memalukan ini berlangsung di Mea Sharim, permukiman Yahudi ultra-Orthodoks di Yerusalem.

Beberapa kelompok Yahudi ultra-Orthodoks memang tidak mengakui negara Israel dibentuk pada 1948. Mereka juga menolak Zionisme. Bagi kaum Yahudi ultra-Orthodoks, negara Yahudi baru bisa dibangun setelah kedatangan Juru Selamat.

Kelompok Neturei Karta selalu berpuasa saban kali ulang tahun negara Israel diperingati. Puasa ini untuk meminta ampun atas dosa karena mendirikan Israel.

Sebagian kelompok Yahudi ultra-Orthodoks juga membakar bendera bersimbol Bintang Daud itu ketika Lag B'Omer, peringatan kematian Rabbi Shimon Bar Yochai, hidup di abad pertama.

Banyak orang Yahudi ultra-Orthodoks tidak mengikuti wajib militer dan menjalankan sistem pendidukan sendiri, namun menerima beragam tunjangan dari pemerintah. Kaum lelaki Yahudi ultra-Orthodoks biasanya belajar di seminari dan istri mereka bekerja.

Knesset (parlemen Israel) Juli tahun lalu mengesahkan undang-undang memberi sanksi hingfa tiga tahun penjara atau denda maksimum 50 ribu shekel (US$ 13 ribu) terhadap pembakar bendera Israel.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Irak tangkap mufti ISIS berbadan gembrot

Syifa adalah orang mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan hukuman mati dan menghancurkan tempat-tempat bersejarah di Mosul, termasuk kubur Nabi Yunus. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

21 Januari 2020

TERSOHOR