kabar

Mahkamah Agung Kuwait kukuhkan vonis lima tahun penjara bagi tiga pangeran

Salah satu terpidana adalah keponakan dari emir Kuwait.

17 Mei 2017 10:10

Mahkamah Agung Kuwait Senin lalu mengukuhkan vonis lima tahun penjara terhadap tiga anggota keluarga kerajaan dari klan As-Sabah dalam kasus penghinaan terhadap lembaga kehakiman.

Salah satu pangeran menjadi terpidana itu adalah Syekh Athbi al-Fahad as-Sabah, keponakan dari Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad al-Jabir as-Sabah dan mantan kepala polisi rahasia.

Ketiga pangeran dan dua warga Kuwait lainnya didakwa mengunggah foto palsu di Twitter dan WhatsApp, menunjukkan seorang hakim tinggi menerima uang suap dari seorang ajudan dari mantan Perdana Menteri Syekh Nasir Muhammad al-Ahmad as-Sabah.

Hakim tersebut dan Syekh Nasir membantah tudingan itu.

Kelima narapidana itu, termasuk tiga pangeran, divonis lima tahun penjara tahun lalu dan pengadilan banding memperkuat putusan itu Januari tahun ini.

Untuk kasus serupa, Mahkamah Agung memperkuat vonis setahun penjara atas terdakwa keenam dan membebaskan enam terdakwa lainnya. 

S3dangkan terdakwa ke-13 tidak mengajukan banding atas vonis sepuluh tahun penjara. Bahkan dia sudah kabur dari Kuwait.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus