kabar

Mengintip hubungan Bin Ladin dengan Qatar

Qatar dituding mendanai kelompok-kelompok teroris.

27 Mei 2017 10:33

Dalam lawatannya ke Timur Tengah, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memperingatkan para pejabat Qatar soal kelanjutan dukungan negara mereka kepada Al-Ikhwan al-Muslimun dan gerakan-gerakan Islam radikal, terkait organisasi-organisasi ekstremis seperti Al-Qaidah serta ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Qatar telah lebih dari sekali dituduh mendanai kelompok-kelompok teroris atau sengaja menutp mata terhadap para donatur asal Qatar, semacam Salim Hasan Khalifah Rasyid al-Kuwari, bekerja di Kementerian Dalam Negeri Qatar.

Dia disangka mengirim ratusan ribu dolar Amerika Serikat kepada Al-Qaidah melalui sebuah jaringan teroris. Kuwari masuk dalam daftar bikinan Amerika pada 2011, berisi orang-orang mendanai terorisme.

Pada Oktober 2014, dokumen-dokumen Departemen Keuangan Amerika menyebutkan Kuwari, 37 tahun, bersama warga Qatar lainnya Abdullah Ghanim al-Khawar, 33 tahun, kut memberi sokongan dana dan logistik kepada Al-Qaidah. Keduanya membantu pergerakan anggota-anggota Al-Qaidah dan pembebasan anggota milisi ini dari tahanan Iran.

Abdurrahman bin Umair an-Nuaimi juga masuk daftar pantauan Amerika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena diduga mentransfer 1,25 juta pound sterling sebulan bagi milisi Al-Qaidah di Irak dan 375 ribu pound sterling bagi Al-Qaidah di Suriah.

Beragam dokumen disita pasukan Amerika setelah menyerbu lokasi persembunyian pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin di Abottabad, Pakitan, awal Mei 2011, juga mengungkapkan hubungan Qatar dengan Al-Qaidah.

Dalam sebuah surat Bin Ladin kepada istrinya, Khairiyah Sabir, lelaki Arab Saudi berdarah Yaman ini menanyakan apakah sang istri ingin pindah ke Qatar.

Qatar dituduh pula memberi perlindungan bagi militan Al-Qaidah dan Taliban, termasuk Khalid Syekh Muhammad, pernah berencana meledakkan sebelas pesawat tempur Amerika di atas Samudera Pasifik. Khalid adalah keponakan dari Ramzi Yusuf, perancang serangan atas World Trade Center di New York pada 1993.

Khalid lalu pindah ke Qatar dan bekerja sebagai teknisi di Kementerian Listrik dan Air. Dia kemudian diam-diam pergi dari Qatar.

Fatihah al-Majati, istri dari Abdul Karim al-Majati, buronan paling berbahaya di Maroko karena mendirikan sel teroris dan merekrut pengebom bunuh diri, bilang dia bareng suaminya pindah dari Afghanistan ke Arab Saudi memakai paspor Qatar.

 

 

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Amerika akan buka nama pejabat Saudi terlibat Teror 11/9

Sebuah laporan resmi pada 2002 menyebutkan beberapa pelaku Teror 11/9 menerima dana dari sejumlah pejabat Saudi.

Selebaran menuding Israel mendalangi serangan 11 September 2001 tersebafr di Amerika Serikat. (Matt Elkins/J. The Jewish News of Northern California via JTA)

Selebaran tuduh Israel dalangi Teror 11/9 muncul di Amerika Serikat

Dalam selebaran itu disebutkan orang-orang Israel terlihat menari-nari di lokasi robohnya menara kembar World Trade Center.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Arab Saudi cabut kewarganegaraan putra Bin Ladin

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan sayembara berhadiah US$ 1 juta bagi siapa saja dapat memberitahu lokasi persembunyiannya.





comments powered by Disqus