kabar

ISIS akui bertanggung jawab atas Teror Teheran

Ini serangan pertama ISIS di Iran.

07 Juni 2017 16:45

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror menghantam Ibu Kota Teheran, Iran, hari ini. 

"Para pejuang ISIS telah menyerang makam Khomeini dan gedung parlemen di Teheran," seperti dilansir kantor berita Amaq.

Jika benar ini merupakan serangan pertama ISIS di negara Mullah itu.

Iran bersama paramiliter Syiah dukungannya memerangi pemberontak di Suriah dan Irak, termasuk ISIS.

Sebanyak empat lelaki bersenjata telah menyerbu gedung parlemen dan hingga kini dikabarkan masih menyandera empat orang, seperti dilansir kantor berita semiresmi Tasnim. Satu pelaku tewas meledakkan diri dan seorang petugas keamanan juga terbunuh.

Sedangkan tiga pria bersenjata menyerang kompleks kuburan Khomeini. Insiden ini menewaskan seorang tukang kebun dan dua pelaku, termasuk satu meledakkan diri. Seorang pelaku lainnya ditangkap.

 

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Peneliti ISIS tersohor dibunuh di Baghdad

Albalad.co bulan lalu sempat mewawancarai Husyam. Ketika itu dia mengatakan saat ini ada enam hingga tujuh ribu pejuang ISIS aktif di Irak dan Suriah.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pemimpin Al-Qaidah di Suriah tewas

Khalid al-Aruri adalah sahabat dari mendiang pendiri ISIS Abu Musab az-Zarqawi.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Pemimpin baru ISIS dikabarkan tewas di Idlib

Hingga kabar ini dilansir, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Pengadilan Mosul keluarkan vonis mati bagi mufti ISIS

Kedua putranya juga anggota ISIS: satu orang telah divonis mati dan seorang lagi menjalani hukuman lima tahun penjara di Irak.





comments powered by Disqus