kabar

ISIS akui bertanggung jawab atas Teror Teheran

Ini serangan pertama ISIS di Iran.

07 Juni 2017 16:45

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror menghantam Ibu Kota Teheran, Iran, hari ini. 

"Para pejuang ISIS telah menyerang makam Khomeini dan gedung parlemen di Teheran," seperti dilansir kantor berita Amaq.

Jika benar ini merupakan serangan pertama ISIS di negara Mullah itu.

Iran bersama paramiliter Syiah dukungannya memerangi pemberontak di Suriah dan Irak, termasuk ISIS.

Sebanyak empat lelaki bersenjata telah menyerbu gedung parlemen dan hingga kini dikabarkan masih menyandera empat orang, seperti dilansir kantor berita semiresmi Tasnim. Satu pelaku tewas meledakkan diri dan seorang petugas keamanan juga terbunuh.

Sedangkan tiga pria bersenjata menyerang kompleks kuburan Khomeini. Insiden ini menewaskan seorang tukang kebun dan dua pelaku, termasuk satu meledakkan diri. Seorang pelaku lainnya ditangkap.

 

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Irak tangkap mufti ISIS berbadan gembrot

Syifa adalah orang mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan hukuman mati dan menghancurkan tempat-tempat bersejarah di Mosul, termasuk kubur Nabi Yunus. 

Polisi Irak pada 3 Desember 2019 menangkap lelaki dikenal dengan nama Abu Khaldun, merupakan wakil dari pemimpin ISIS Abu Baar al-Baghdadi di Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Supplied via Iraqi Security Media Cell)

Polisi Irak bekuk wakil Baghdadi di Kirkuk

Abu Khaldun pernah menjabat komandan militer ISIS di Provinsi Salahuddin.

Majalah Dabiq terbitan ISIS dijual di situs Amazon. (BBC)

Turki telah deportasi 21 kombatan ISIS ke negara asal

Sebanyak 13 dari 21 jihadis sudah dideportasi itu adalah warga negara Jerman, Belgi, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.





comments powered by Disqus