kabar

Empat negara Arab tetapkan Syekh Yusuf Qaradawi sebagai pendukung teroris

Qatar Charity, Sheikh Eid al-Thani Charity Foundation (Eid Charity), dan Sheikh Thani Bin Abdullah Foundation for Humanitarian Services juga dimasukkan dalam daftar pendana teroris.

09 Juni 2017 06:04

Lewat pernyataan bersama, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir hari ini menetapkan Syekh Yusuf al-Qaradawi, ulama tersohor asal Mesir sudah lama menetap di Ibu Kota Doha, Qatar, sebagai pendukung teroris.

Nama ulama berumur 91 tahun ini dimasukkan dalam daftar 69 individu dinilai sebagai pendana teroris dan didukung oleh Qatar. Dalam daftar orang-orang terlarang itu juga terdapat nama pangeran dari Qatar, Abdullah bin Khalid ats-Tsani.

Syekh Yusuf Qaradawi adalah Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional. Dia amat tersohor melalui program Syariah dan Kehidupan disiarkan stasiun televisi Al-Jazeera, diperkirakan memiliki 60 juta penonto di seluruh dunia. Qaradawi telah menulis lebih dari 120 buku, termasuk Islam: the Future of Civilization.  

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir juga memasukkkan 12 lembaga sebagai penyokong teroris, termasuk Qatar Charity, Sheikh Eid al-Thani Charity Foundation (Eid Charity), dan Sheikh Thani Bin Abdullah Foundation for Humanitarian Services.  

Langkah dari keempat negara Arab itu merupakan kelanjutan dari meletupnya konflik diplomatik dengan Qatar. Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme.  

Syekh Yusuf al-Qaradawi, ulama Mesir bermukim di Ibu Kota Doha, Qatar. (Twitter)

Syekh Yusuf Qaradawi: Memberi makan orang lapar lebih baik ketimbang berhaji atau berumrah tiap tahun

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menempatkan Syekh Yusuf dalam daftar teroris pada 8 Juni 2017, tiga hari setelah keempat negara Arab ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.





comments powered by Disqus