kabar

Milisi Libya bebaskan Saiful Islam Qaddafi setelah ditahan lebih dari lima tahun

Putra kedua Qaddafi ini dibebaskan Jumat malam lalu dan telah meninggalkan Kota Zintan.

11 Juni 2017 04:22

Sebuah kelompok bersenjata di Libya mengumumkan di Facebook kemarin, pihaknya telah membebaskan Saiful Islam, putra dari mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi telah ditahan sejak November 2011.

Brigade Abu Bakar as-Siddiq, milisi menguasai Kota Zintan di barat Libya, bilang mereka membebaskan Saiful Islam Jumat malam lalu. Keputusan ini diambil berdasarkan undang-undang amnesti telah disahkan parlemen berbasis di wilayah timur Libya.

Negara Afrika Utara ini terbelah dalam dua pemerintahan. Otoritas di daerah timur tidak mengakui rezim sokongan Perserikatan Bangsa-Bangsa berpusat di Ibu Kota Tripoli.

Persaingan politik dan pertempuran antar milisi mengoyak Libya, dibelit kekacauan setelah revolusi 2011 menumbangkan sekaligus membunuh Muammar Qaddafi. Sejak saat itu, dua pemerintahan dan milisi saling bertarung untuk mengontrol negara kaya minyak tersebut.

"Kami telah memutuskan untuk melepaskan Saiful Islam Muammar Qaddafi," kata Brigade Abu Bakar as-Siddiq. "Dia sekarang telah bebas dan sudah meninggalkan Kota Zintan."

ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas nama Saiful Islam, dengan tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan selama delapan bulan pemberontakan terjadi di Libya pada 2011. Namun pemerintah Libya dan ICC berselisih soal siapa berhak mengadili dia.

Pengadilan di Tripoli pada Juli 2015 menjatuhkan vonis hukuman mati bagi Saiful Islam atas dakwaan pembunuhan selama revolusi 2011.

Saiful Islam, 45 tahun, adalah putra kedua dari delapan anak Qaddafi, juga anak sulung dari istri kedua Qaddafi bernama Safiya. Lelaki fasih berbahasa Inggris ini kerap tampil mewakili ayahnya di dunia Barat.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Curahan hati Aisyah Qaddafi

"Kami tidak boleh menelepon, hanya bisa menggunakan perpustakaan elektronik untuk mengajari kedua anak saya. Itulah alasannya saya hanya bisa menulis pesan kepada kamu," kata Aisyah kepada Albalad.co.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR