kabar

Kolumnis Saudi dipecat karena menyamakan Raja Salman dengan Tuhan

Koran Al-Jazirah menyampaikan permohonan maaf Sabtu malam lalu.

03 Juli 2017 22:01

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz telah memerintahkan surat kabar Al-Jazirah memecat kolumnisnya, Ramadan al-Anzi, karena memuji penguasa negara Kabah itu kelewatan.

Sejak naik takhta pada Januari 2015 menggantikan mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Salman memang kebanjiran sanjungan. Namun yang dilakukan Al-Anzi terlalu berlebihan.

Dalam kolomnya, Al-Anzi menyamakan raja berumur 82 tahun itu dengan Tuhan. Dia menyematkan dua sifat asmaul husna (99 nama atau sifat Allah) kepada Raja Salman.

Koran Al-Jazirah menyampaikan permohonan maaf Sabtu malam lalu.

Media-media di Arab Saudi kemarin melaporkan Raja Salman juga memerintahkan hukuman bagi surat kabar, namun tidak diketahui apa jenis sanksinya.

Dalam sebuah pesannya kepada Menteri Informasi Awwad bin Saleh al-Awwad, Raja Salman menulis, "Saya sangat heran oleh sejumlah kalimat digunakan dalam kolom itu," seperti dilansir surat kabar Okaz.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Keponakan Raja Salman kembali memohon dibebaskan dari penjara

Puteri Basmah binti Saud berharap Ramadan ini mendapat pengampunan dari dua penguasa Arab Saudi.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Keponakan Raja Salman memelas minta dibebaskan dari penjara

"Saya tidak bersalah," kata anak perempuan dari mendiang Raja Saud bin Abdul Aziz itu. "Kondisi kesehatan saya sangat kritis."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Takut tertular Covid-19, Raja Salman diisolasi di istana

Paling tidak 12 tenaga medis di rumah sakit langganan keluarga kerajaan terinfeksi Covid-19.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Penyakit pikun Raja Salman makin memburuk

"Dia benar-benar tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Dia mengulang kalimat-kalimat sama," katanya.





comments powered by Disqus