kabar

Arab Saudi pendana terbesar bagi gerakan radikal di Inggris

Ini berdampak pada bertambahnya jumlah masjid berideologi Wahabi di Inggris, dari 68 pada 2007 menjadi 110 masjid di 2014.

06 Juli 2017 14:25

Pendanaan asing terbesar bagi gerakan radikalisme di Inggris berasal dari Arab Saudi, seperti dilansir dalam laporan dibuat oleh lembaga kajian Henry Jackson Society. 

Karena itu, lembaga kajian kebijakan luar negeri tersebut meminta pemerintah Inggris menyelidiki seluruh dana berasal dari kawasan Teluk Persia. Henry Jackson Society juga menyerukan kepada pemerintah untuk mewajibkan semua lembaga keagamaan di Inggris, termasuk masjid, mengumumkan sumber anggaran mereka.

Temuan ini muncul di saat Perdana Menteri Inggris ditekan untuk merilis laporan penelitian dibuat Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri  Inggris sebenarnya sudah selesai enam bulan lalu. Laporan dari dua institusi pemerintah ini menyimpulkan Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk lainnya ikut mendanai ekstremisme di Inggris.

Arab Saudi tentu saja akan murka mengetahui hasil studi dari Henry Jackson Society tersebut. Sebab Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan duplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu dengan alasan Qatar menyokong teroeisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

"Arab Saudi sejak 1960-an menggelontorkan jutaan dolar Amerika Serikat untuk menyebarluaskan ideologi Wahabi ke dunia Islam, termasuk komunitas muslim di Barat," klaim Henry Jackson Society dalam laporannya.

Di Inggris, dana asal Arab Saudi dipakai membuat lembaga-lembaga amal untuk masjid dan sekolah-sekolah Islam, mengundang penceramah dan literatur berhaluan ekstremis. Pengaruh Wahabi juga ditularkan lewat pelatihan para tokoh Islam Inggris di Arab Saudi serta pemakaian buku-buku pelajaran Saudi di sekolah-sekolah Islam independen di Inggris.

Tom Wilson, peneliti di the Centre for the Response to Radicalisation and Terrorism at Society mengakui negara-negara Arab Teluk dan Iran bertanggung jawab atas perkembangan ekstremisme di Inggris. Dia menambahkan Arab Saudi merupakan sponsor utama dari gerakan radikalisme dan ekstremisme di negara Tiga Singa itu.

"Riset menunjukkan beberapa 8ndividu dan yayasan Saudi amat terlibat dalam pengiriman ideologi Wahabi yang kaku dan fanatik," kata Wilson.

Alhasil, menurut dia. sungguh ironis Arab Saudi menuding Qatar mendukung terorisme, padahal hal serupa juga dilakukan negara Kabah itu.

Henry Jackson Society mengklaim pada 2007 Arab Saudi menggelontorkan paling sedikit US$ 2 miliar setahun untuk menyebarluaskan paham Wahabi ke seluruh dunia. Hingga 2015, nilainya meningkat dua kali. 

Ini berdampak pada bertambahnya jumlah masjid berideologi Wahabi di Inggris, dari 68 pada 2007 menjadi 110 masjid di 2014.

Laporan Henry Jackson Society menyebutkan para penceramah garis keras tersohor di Inggris - Abu Qatada, Abu Hamzah, Abdullah al-Faisal, dan Syekh Umar Bakri - juga menerima dana Saudi buat menyebarkan ideologi Wahabi.

Dua tahun lalu diperkirakan masjid-masjid Wahabi berhasil merekrut 44.944 anggota fanatik. 

Jafar Muhammad, sopir tuk-tuk tiap hari membantu mengevakuasi demonstran luka di Baghdad, Irak. (NBC News)

Seliwer tuk-tuk di Midan Tahrir

Sopir tuk-tuk menjadi jawaban atas kebuntuan dihadapi ambulans dan truk pemasok logistik kerap terjebak di tengah lautan massa menuntut Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mundur.

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Ulama tersohor Arab Saudi diracuni obat dalam penjara

Pihak penjara sengaja memberikan obat keliru kepada Syekh Awad. Pemberian obat itu berakhir bulan lalu. 

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Seliwer tuk-tuk di Midan Tahrir

Sopir tuk-tuk menjadi jawaban atas kebuntuan dihadapi ambulans dan truk pemasok logistik kerap terjebak di tengah lautan massa menuntut Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mundur.

15 November 2019

TERSOHOR