kabar

Pangeran Arab Saudi ditangkap atas perintah Raja Salman

Pangeran Saud bin Abdul Aziz menganiaya orang secara lisan dan fisik.

20 Juli 2017 15:55

Kepolisian Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, semalam menangkap seorang anggota keluarga kerajaan karena telah menganiaya sejumlah orang secara lisan dan fisik. Rekaman video penganiayaan itu telah tersebar luas di media sosial beberapa hari lalu.

Penangkapan terhadap Pangeran Saud bin Abdul Aziz bin Musaid bin Saud bin Abdul Aziz itu terjadi setelah keluar perintah dari Raja Salman bin Abdul Aziz. Penguasa negara Kabah ini memerintahkan Pangeran Saud dan orang-orang terlibat dalam penganiayaan segera ditahan. 

Raja Salman menegaskan semua pihak terlibat dalam kejahatan itu tidak akan dibebaskan sampai selesai proses penyidikan dan hingga keluar vonis pengadilan. 

Raja Salman menekan pula semua warga negara berkedudukan sama di muka hukum, tanpa memandang status sosialnya. 

Banyak warga Arab Saudi merayakan penangkapan Pangeran Saud, setelah video pembekukannya tersiar luas.

Ini bukan kali pertama Raja Salman memerintahkan proses hukum dijalankan terhadap anggota keluarga kerajaan terlibat kejahatan.

Oktober tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bilang Pangeran Turki bin Saud bin Turki bin Saud al-Kabir dieksekusi mati karena telah menembak mati warga Saudi bernama Adil bin Sulaiman bin Abdul Karim al-Muhaimid.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Putera mahkota Saudi lolos dari upaya pembunuhan

Tapi pasukan Blackwater, merupakan pasukan pengawal pribadi Bin Salman, berhasil menggagalkan serangan mereka.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dapat pengawal pribadi baru setelah Al-Fagham dibunuh

Pengganti Al-Fagham itu bernama Brigadir Jenderal Said al-Qahtani.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Pengawal pribadi Raja Salman dibunuh dalam istana

Dia memastikan cerita tewasnya Al-Fagham disebarluaskan Al-Uwaid melalui Twitter tidak benar.





comments powered by Disqus