kabar

Mesir bebaskan dua mahasiswa Indonesia setelah ditahan sebulan

Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis dideportasi dan tiba di Jakarta hari ini.

02 September 2017 17:20

Mesir akhirnya membebaskan dua mahasiswa Indonesia ditahan sejak 1 Agustus lalu di kantor Kepolisian Aga Provinsi Dhakaliyah, Mesir.

Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis dilepaskan dari tahanan pada 30 Agustus, setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota kairo, Mesir, menerima informasi dari kantor imigrasi pusat: pemerintah Mesir menyetujui pemulangan kedua mahasiswa Indonesia ditahan itu.

"Alhamdulillah, kedua mahasiswa tersebut disetujui untuk dipulangkan dan Insya Allah mereka akan tiba di Tanah Air Sabtu (hari ini)," kata Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi kepada Albalad.co Kamis lalu.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Agustus lalu, bertempat di istana kepresidenan, Helmy bertemu Penasihat Presiden Bidang Keamanan Nasional Faiza Abu an-Naga. Pada kesempatan itu, selain membicarakan hubungan kedua negara, dia meminta perhatian dan bantuan kantor penasihat presiden untuk dapat menyelesaikan kasus penahanan dua mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Indonesia.

Setelah memperoleh konfirmasi deportasi itu, KBRI Kairo segera memesan tiket kepulangan dan mendapatkan jadwal penerbangan tercepat pada 1 September. Kedua mahasiswa ini dijadwalkan tiba di Jakarta siang ahri ini.

Pada 29 Agustus, Dwi Ria Latifa, istri dari Helmy Fauzi, didampingi oleh Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo telah mengunjungi kedua mahasiswa Indonesia ditahan di kantor Kepolisian Aga, untuk melihat langsung kondisi mereka sekaligus meminta dan mengupayakan perlakuan layak selama keduanya berada dalam tahanan, serta memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Helmy sempat berbicara melalui telepon dengan kedua mahasiswa itu dan menanyakan kondisi kesehatan mereka. Kedua mahasiswa ini mengaku tidak pernah mengalami kekerasan fisik dan dalam keadaan sehat.

Mendiang wartawan Jamal Khashoggi. (NBC News)

Diplomat Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi dilarang masuk Amerika

Hingga kini negeri Dua Kota Suci itu masih bungkam di mana mereka menyembunyikan potongan-potongan tubuh Khashoggi. 

Sinagoge Beit Torat Chaim di Kota Jayapura, Papua. (Rabbi Aharon Sharon buat Albalad.co)

Komunitas Yahudi di Papua sudah miliki sinagoge

Aharon bilang tiga rabbi dari Israel pernah berkunjung ke tempatnya pada 2017 dan setahun kemudian menghadiahkan gulungan Torah untuk dipakai di sinagoge itu.

Peta Dataran Tinggi Golan. (BBC)

PBB secara resmi minta Israel keluar dari Golan

Amerika Serikat Maret lalu mengakui Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel.

Dokumen Mukhtalif, kelompok LGBT pertama di Arab Saudi. (Twitter)

Kelompok LGBT pertama berdiri di Arab Saudi

Mukhtalif mengklaim mendapat izin dari pemerintah Saudi pada 22 November.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Diplomat Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi dilarang masuk Amerika

Hingga kini negeri Dua Kota Suci itu masih bungkam di mana mereka menyembunyikan potongan-potongan tubuh Khashoggi. 

11 Desember 2019

TERSOHOR