kabar

KBRI Amman pulangkan 12 ekspatriat bermasalah dari Yordania

Gaji tidak dibayar oleh majikan mereka akan dilunasi oleh Dato Tahir.

06 September 2017 23:50

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, memulangkan 12 tenaga kerja Indonesia bermasalah dari negara Bani Hasyim itu.  Pemulangan dilakukan hari ini.

Achmad Gunawan, Staf Mediasi TKI KBRI Amman, menjelaskan 12 tenaga kerja tersebut sudah tinggal di tempat penampungan milik KBRI setelah lari dari majikan akibat tidak digaji dan izin tinggal tidak dibayar oleh majikan.

Meski KBRI Amman sudah berupaya keras namun gaji menjadi hak mereka juga tidak diperoleh. "Banyak majikan berusaha menghindar membayar gaji bertahun-tahun dengan berbagai alasan," kata Achmad dalam siaran pers KBRI Amman diterima Albalad.co hari ini. "Kondisi inilah memaksa TKI kabur ke KBRI."

Meski pulang tanpa gaji, 12 tenaga kerja Indonesia tersebut direncanakan bertemu langsung dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Dalam kesempatan itu, mereka bakal mendapat bantuan gaji tidak dilunasi majikan dari bos Mayapada Group Dato Tahir.

Pendiri Tahir Foundation itu, saat kunjungan kemanusiaan untuk membangtu para pengungsi Suriah di Yordania April lalu, sempat menengok para tenaga kerja perempuan bermasalah tinggal di Griya Singgah KBRI Amman. Di sana, Dato Tahir  langsung menyampaikan niatnya membantu tenaga kerja yang gaji mereka tidak dibayar.

Kementerian Tenaga Kerja besok akan melakukan serah terima bantuan Dato Tahir kepada 12 pekerja Indonesia itu.

Siti Aisyah, 32 tahun, termasuk yang ketiban rezeki. Perempuan asal Indramayu ini telah bekerja di Yordania  selama 10 tahun empat bulan sebelum berhasil kabur ke KBRI Amman. Dengan mata berkaca-kaca, dia berterima kasih kepada KBRI karena bisa pulang ke Indonesia dan kepada Dato Tahir. Dia bilang bantuan Dato Tahir ini akan dipakai buat modal usaha dan membantu orang tua membayar utang kepada tetangga.

Idah Rosidah, 44 tahun, asal Bandung, sudah merantau lebih dari enam tahun di Yordania juga berterima kasih. Dia bilang bantuan dari Dato Tahir itu bakal dia gunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto saat melepas pemulangan ke-12 tenaga kerja wanita tersebut berpesan agar meereka tidak kembali lagi bekerja di negara orang. Dia bilang pelatihan dan keterampilan diterima selama tinggal di Griya Singgah KBRI Amman agar dipakai buat mencari nafkah di kampung halaman.

"Saat ini yang perlu dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan karena masih ada orang baik di Indonesia, seperti Dato Tahir, mau berbagi kepada para tenaga kerja kurang beruntung ini," ujar Andy. "Agar rezeki dari Dato Tahir inidapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam menyongsong hidup ke depan bersama keluarga di kampung."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu jalani sidang perdana sebagai terdakwa dalam kasus korupsi

Netanyahu adalah perdana menteri pertama Israel menjadi terdakwa ketika sedang menjabat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu telepon pemimpin Sudan dan Chad ucapkan selamat Idul Fitri

Netanyahu bertemu Abdil Fattah al-Burhan Februari tahun ini dan tahun lalu mengunjungi Chad.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 2.399 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 72.560 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 14.132 orang, termasuk 174 meninggal.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Istri pangeran Qatar minta suaminya dibebaskan dari penjara karena takut terinfeksi Covid-19

Syekh Talal adalah cucu dari Syekh Ahmad bin Ali ats-Tsani, emir Qatar selama 1960 hingga 1972. Dia dilengserkan oleh sepupunya, Syekh Khalifah bin Hamad ats-Tsani, kakek dari Emir Qatar sekarang Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani.





comments powered by Disqus