kabar

Pengadilan tinggi di Israel rahasiakan putusan soal ekspor senjata ke Myanmar

Hubungan militer antara kedua negara sudah terjalin sejak Myanmar merdeka pada 1948.

02 Oktober 2017 06:35

Pengadilan tinggi di Israel Rabu pekan lalu memutuskan merahasiakan putusan soal ekspor senjata ke Myanmar. 

Majelis hakim terdiri dari Yoram Danziger, Anat Baron, dan David Mintz bilang kebijakan buat merahasiakan putusan mereka atas permintaan negara.

Alhasil tidak diketahui publik apakah Israel bakal menghentikan penjualan senjata ke Myanmar, sejak Agustus lalu dipakai untuk membantai etnis muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Hampir setengah juta warga Rohingya mengungsi ke negara tetangga Bangladesh setelah kekerasan meletup di Rakhine. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut tindakan pasukan Myanmar terhadap komunitas Rohingya sebagai pembantaian etnis. 

Para aktivis hak asasi manusia di Israel mengajukan gugatan ke pengadilan Januari lalu, supaya negara Zionis itu menyetop ekspor senjata ke Myanmar.

Dalam sidang Senin pekan lalu, pengacara negara menegaskan lagi posisi pemerintah, yakni pengadilan tidak berhak mencampuri kebijakan luar negeri pemerintah dan menentukan ke negara mana Israel boleh menjual senjata.

Sesuai aturan berlaku di Israel, tiap perusahaan ingin mengekspor senjata mesti mendapat persetujuan negara. Tapi tidak diketahui apakah ekspor senjata ke Myanmar juga sudah mendapat persetujuan negara atau belum.

Hubungan militer Israel-Myanmar dimulai sejak negara itu merdeka pada 1998. Kerja sama kian erat setelah junta berkuasa pada 1962. Dua tahun lalu, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlain melawat ke Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu telepon pemimpin Sudan dan Chad ucapkan selamat Idul Fitri

Netanyahu bertemu Abdil Fattah al-Burhan Februari tahun ini dan tahun lalu mengunjungi Chad.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 2.399 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 72.560 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 14.132 orang, termasuk 174 meninggal.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Istri pangeran Qatar minta suaminya dibebaskan dari penjara karena takut terinfeksi Covid-19

Syekh Talal adalah cucu dari Syekh Ahmad bin Ali ats-Tsani, emir Qatar selama 1960 hingga 1972. Dia dilengserkan oleh sepupunya, Syekh Khalifah bin Hamad ats-Tsani, kakek dari Emir Qatar sekarang Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Jumlah pengidap Covid-19 di Arab Saudi tembus 70 ribu orang

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 13.521 orang, termasuk 164 meninggal.





comments powered by Disqus